SAMPIT – Ketua Persatuan Persaudaraan Pengangkut Sampah (Pedrosa) Ketapang, Amid Hargo Utomo, menyambut positif penerapan program pemilahan sampah rumah tangga.
Menurutnya, langkah ini tidak hanya mengurangi jumlah sampah yang terbuang sia-sia, tetapi juga berpotensi menambah pendapatan para anggota.
“Kita terima dengan positif karena dengan pemilahan sampah otomatis sampah-sampah yang tersisa atau tidak terpakai berkurang. Selain itu, pemilahan juga bisa menjadi sumber pendapatan bagi anggota,”ujarnya, Jumat 8 Agustus 2025.
Sampah terbagi menjadi organik dan anorganik, yang organik bisa dijadikan kompos, sedangkan yang anorganik bisa dimanfaatkan sebagai bahan industri, seperti sandal, sepatu, tas, dan sebagainya.
Amid menjelaskan, meski pemanfaatan sampah menjadi produk industri belum berjalan maksimal, Pedrosa bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah memiliki dasar dan sarana pendukung, termasuk mesin pencacah. Bahan-bahan yang bisa diolah juga sudah mulai terkumpul, meskipun belum optimal.
“Untuk sementara ini prosesnya belum penuh, tapi bahan-bahannya sudah ada. DLH dan Pedrosa terus berkoordinasi agar pemilahan sampah berjalan baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, tidak semua sampah rumah tangga dapat diolah. Jenis yang dilarang masuk proses produksi antara lain kaca, bekas bangunan, kayu, ranting dalam jumlah besar, serta limbah elektronik.
“Kalau elektronik biasanya oleh petugas DLH dihancurkan, diambil komponen yang bisa dimanfaatkan, seperti televisi. Itu harus dibakar secara pribadi dan tidak boleh dibuang ke depo,” tegasnya.
Dengan adanya pemilahan sampah yang terarah, Amid optimistis upaya ini akan membawa manfaat ganda, baik bagi lingkungan maupun kesejahteraan anggota Pedrosa.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post