SAMPIT – Rehab total Jembatan Sei Lenggana di Jalan Jenderal Sudirman Km 20 terus berlangsung dan menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Proyek yang dikerjakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian PUPR ini bukan merupakan proyek kabupaten, namun Dishub Kotim tetap memberikan dukungan penuh, terutama dalam pengaturan lalu lintas bersama Satlantas Polres Kotim.
Plt Kepala Dishub Kotim, Raihansyah, mengatakan pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap kelancaran arus lalu lintas selama masa pembangunan. Salah satu opsi yang kini dipertimbangkan adalah penggunaan jalur alternatif melalui kebun sawit, tepatnya dari Km 18 keluar di Km 21. Namun, jalur tersebut tidak serta merta dibuka untuk umum.
“Jalur kebun sawit itu kami gunakan hanya untuk situasi tertentu saja, seperti kondisi lalu lintas kacau atau darurat. Misalnya, jika ada kendaraan yang trouble di jembatan dan menyebabkan antrean panjang, barulah jalur itu dibuka,” ujarnya, Jumat 8 Agustus 2025.
Ia menambahkan, pertimbangan utama pembatasan penggunaan jalur kebun sawit adalah faktor keamanan. Saat ini musim kemarau, risiko kebakaran di areal kebun sangat tinggi.
“Kami khawatir ada sopir yang membuang puntung rokok atau benda lain yang memicu api. Kalau kebakaran, siapa yang bertanggung jawab? Ini menjadi salah satu alasan kami berhati-hati,” tegasnya.
Selain itu, jalur alternatif ini juga akan difungsikan untuk kepentingan mendesak seperti ambulans yang membawa pasien dari arah Pangkalan Bun menuju Sampit atau sebaliknya.
“Kalau ada kondisi darurat seperti ambulans terjebak antrean, kami akan arahkan melalui jalur sawit tersebut agar tidak mengganggu penanganan pasien,” jelas Raihansyah.
Pihaknya terus mengimbau para sopir truk, khususnya perusahaan angkutan, untuk mematuhi aturan tonase agar tidak memperparah kondisi jalan alternatif. Selama masa pembangunan yang diperkirakan selesai awal Desember, kesadaran semua pihak sangat dibutuhkan.
“Ini tugas kita bersama, bukan hanya pemerintah atau kepolisian. Sesama sopir juga harus saling mengingatkan. Kalau semua patuh, kita bisa menjaga kelancaran lalu lintas dan mencegah kejadian yang merugikan banyak orang,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post