SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mematangkan persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tahun 2025. Pada rapat finalisasi yang digelar, Jumat 8 Agustus 2025, seluruh seksi kegiatan memaparkan kesiapan masing-masing demi memastikan seluruh agenda berjalan lancar.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim, Umar Kaderi, yang turut hadir dalam rapat tersebut menyampaikan bahwa persiapan telah dilakukan sejak beberapa minggu lalu dan rapat kali ini merupakan tahap akhir koordinasi.
“Hari ini kita finalisasi terkait kegiatan di setiap seksi. Ada beberapa agenda utama yang menjadi pembahasan, termasuk penyesuaian jadwal akibat perubahan dari pusat,” ujarnya, Jumat 8 Agustus 2025.
Salah satu perubahan penting adalah pelaksanaan Sidang Paripurna Istimewa di DPRD Kotim yang dimajukan ke 15 Agustus 2025.
“Awalnya ada jadwal berbeda, namun dari pusat diputuskan Paripurna dilaksanakan tanggal 15 Agustus. Jadi beberapa kegiatan harus digeser agar tidak berbenturan,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan HUT RI ke-80 di Kotim akan dimulai dengan Sidang Paripurna pada 15 Agustus, dilanjutkan malam renungan suci di Taman Makam Pahlawan pada 16 Agustus. Pada 17 Agustus pagi, digelar upacara bendera di Stadion 29 November Sampit, kemudian malam harinya resepsi kenegaraan.
Selain itu, akan ada penyerahan remisi kepada narapidana di Lapas Sampit.
“Untuk jadwal remisi, kita masih diskusikan apakah dilaksanakan bersamaan dengan upacara pada 17 Agustus atau digabung dengan resepsi kenegaraan di malam harinya,” terang Umar.
Tak kalah meriah, pawai pembangunan juga akan digelar pada 18 Agustus 2025 dengan berbagai kategori lomba, mulai dari mobil hias hingga sepeda hias. Pendaftaran peserta akan dibuka mulai Senin depan 11 Agustus 2025, dengan pelaksanaan dikoordinasikan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kotim.
Untuk menjaga kebersihan selama peringatan HUT, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melalui seksi kebersihan akan menurunkan tim di setiap rangkaian acara, baik sebelum, selama, maupun setelah kegiatan berlangsung.
“Kita ingin suasana perayaan tetap tertib dan kota terlihat bersih,” kata Umar.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post