SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memberi dukungan penuh terhadap kegiatan nonton bareng film “Ternyata Aku Korban” yang melibatkan para pelajar sebagai upaya edukatif menangkal kekerasan dan perundungan.
Kegiatan ini digelar Kamis 7 Agustus, hasil kerja sama Komunitas 20/20 Vision bersama Dinas Pendidikan melalui Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Kabupaten Kotim.
“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk kegiatan yang sangat positif dan edukatif ini. Nonton bareng sekaligus mengulas film ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap tumbuh kembang generasi muda, terutama dalam membangun kesadaran akan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak-anak serta remaja,” tegas Asisten III Setda Kotim M. Saleh saat membuka acara, Kamis 7 Agustus 2025.
Menurutnya, film tersebut bukan sekadar tontonan, melainkan cerminan realita sosial yang kian memprihatinkan. Perundungan, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial, telah menjadi tantangan serius yang mengancam masa depan anak-anak.
“Sebagaimana kita lihat di televisi atau media sosial, hampir setiap hari ada saja berita tentang kekerasan terhadap anak, entah di rumah, di jalan, bahkan cukup sering terjadi di lingkungan sekolah,” ungkapnya.
Ia menyebut data Asesmen Nasional 2024 yang menunjukkan 3 dari 5 anak di sekolah berpotensi mengalami kekerasan harus menjadi refleksi bersama. Terutama dalam mengevaluasi penerapan Permendikbud Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan.
“Pastikan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di setiap sekolah benar-benar memahami dan menjalankan program pencegahan bullying, serta tahu bagaimana menindak kasus-kasus tersebut sebagaimana diatur dalam regulasi,” tambahnya.
M. Saleh berharap kegiatan nonton bareng yang dilanjutkan dengan diskusi ini bisa menjadi momentum penting untuk menggugah semua pihak, orang tua, pendidik, hingga masyarakat, agar lebih peka, peduli, dan proaktif dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.
“Kepada anak-anakku sekalian, jangan pernah merasa sendiri. Jika mengalami perundungan, berbicaralah, laporkan, dan bangun keberanian untuk bersuara. Kalian berhak atas rasa aman dan dihargai,” pesannya.
Ia mengajak semua pemangku kepentingan menjadikan kegiatan ini sebagai langkah awal membangun Kotim yang lebih peduli, ramah, dan aman bagi tumbuh kembang generasi muda.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post