SAMPIT – Kemunculan buaya liar di tepian Sungai Mentaya, Desa Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kembali menyita perhatian. Setelah seorang warga diserang, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit turun tangan menelusuri lokasi dan mencari titik rawan kemunculan predator tersebut.
“Kami bergerak ke lapangan sejak siang hingga petang, mulai pukul 12.30 sampai 18.20 WIB, untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian dan menemui korban yang saat ini dirawat di RSUD dr Murjani Sampit,” kata Kepala BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, Rabu 23 Juli 2025.
Dalam kunjungan itu, BKSDA juga bertemu dengan Panji Petualang dan tim yang kebetulan menjenguk korban. Selanjutnya, mereka bersama-sama menuju titik serangan yang ternyata berada persis di belakang rumah korban. Dari informasi keluarga, buaya itu sudah beberapa kali mendekat ke permukiman dan bahkan sempat menyerang kandang ayam.
“Buaya itu sudah beberapa kali terlihat mendekati rumah. Dari cerita menantu korban, kandang ayam yang hanya tiga meter dari lokasi serangan sempat diserang juga. Kami minta agar kandang itu segera dipindahkan,” ungkap Muriansyah.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan, BKSDA memasang spanduk peringatan di sekitar lokasi untuk meningkatkan kewaspadaan warga terhadap potensi serangan susulan. Petugas juga memberikan edukasi kepada warga mengenai perilaku buaya dan bagaimana bersikap bila berhadapan dengan satwa liar tersebut.
Diketahui, permukiman warga yang berdampingan langsung dengan aliran Sungai Mentaya memang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap konflik manusia dan buaya. Kondisi inilah yang mendorong BKSDA aktif memberikan peringatan kepada masyarakat.
“Kami imbau warga lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di tepi sungai, apalagi pada waktu-waktu rawan. Bila ada tanda-tanda keberadaan buaya, segera laporkan ke kami agar bisa ditindaklanjuti,” tegasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post