SAMPIT – Pengguna jalan di ruas Sampit–Pangkalan Bun perlu bersiap menghadapi perubahan arus lalu lintas. Jalan dan jembatan darurat yang dibangun di sisi Jembatan Sei Lenggana, Jalan Jenderal Sudirman KM 21, mulai diuji coba Kamis 27 Juli sebagai tahap awal sebelum perbaikan jembatan lama yang telah rusak berat.
Kasatlantas Polres Kotawaringin Timur (Kotim), AKP Hariyanto, menjelaskan uji coba pengalihan arus ini dimulai dari arah Pangkalan Bun menuju Sampit. Sedangkan arah sebaliknya masih melintasi jembatan lama.
“Jika jalan alternatif ini dinyatakan aman, maka pekerjaan perbaikan Jembatan Sei Lenggana akan segera dimulai,” ujarnya, Rabu 23 Juli 2025.
Ia menegaskan, setelah pekerjaan perbaikan dimulai, arus lalu lintas akan diberlakukan sistem buka tutup melalui jalan darurat. Untuk itu, pengendara dan pelaku usaha diminta tidak memaksakan kendaraan dengan muatan berlebih.
“Kami harapkan jangan melebihi kapasitas, karena jalan alternatif ini punya batas tonase tertentu,” imbaunya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 Kalimantan Tengah dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalteng, Marhara Tua, menyebut jembatan darurat menggunakan rangka bailey dan jalan timbunan yang dibangun di sisi jembatan lama.
“Karena tak ada jalan alternatif, maka kami bangun jalur baru untuk pengalihan,” katanya.
Marhara mengingatkan bahwa jembatan bailey hanya mampu menampung beban maksimal 8 ton. Oleh karena itu, truk bermuatan berat wajib menyesuaikan kapasitasnya demi keselamatan bersama. “Kondisi Jembatan Lenggana sudah rusak berat, abutment-nya patah dan terguling. Kalau dibiarkan, bisa membahayakan pengguna jalan,” tegasnya.
Pihaknya menargetkan pembangunan ulang jembatan tuntas sebelum tenggat kontrak 3 Desember 2025, meski secara resmi proyek telah dimulai sejak Mei lalu. Selama proses berlangsung, pengamanan jalur akan dibantu petugas kepolisian, Dishub, dan flagman proyek. Rambu-rambu pengalihan juga akan dipasang di titik-titik strategis.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post