SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menggelar sosialisasi pembayaran pajak kendaraan bermotor kepada masyarakat, khususnya pengguna roda empat. Mengingat capaian pajak pada sektor ini masih 11% atau masih jauh dari target.
Kepala Bapenda Kotim, Ramadansyah, menegaskan pentingnya kesadaran wajib pajak untuk mendukung pembangunan daerah melalui kepatuhan membayar pajak.
“Ini bukan razia, tapi murni kegiatan sosialisasi dan himbauan. Kita ingin mengedukasi masyarakat bahwa pajak yang dibayarkan itu langsung digunakan untuk membangun kabupaten ini. Jalan rusak, mobil susah lewat, semua itu bisa diperbaiki dengan dana pajak,” ujar Ramadansyah saat kegiatan sosialisasi di Stadion 29 November, Sampit, Senin 22 April 2025.
Menurutnya, sistem pemungutan pajak kendaraan bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) saat ini sudah lebih transparan dan efisien. Ketika wajib pajak melakukan pembayaran, dana langsung masuk ke kas provinsi dan kabupaten setiap harinya.
Hal ini menuntut sinergi yang kuat antara UPT Bapenda Provinsi dan pihak terkait, termasuk kepolisian dan Jasa Raharja, untuk mengoptimalkan penerimaan pajak.
“Jadi sekarang tidak ada lagi yang namanya dana ngendap atau nunggu bagi hasil. Begitu bayar, langsung masuk kas daerah. Itu sebabnya kami merasa berkewajiban untuk terus mendorong peningkatan penerimaan pajak,” tegasnya.
Ramadansyah juga menyoroti banyaknya kendaraan yang beroperasi di Kotim tetapi belum menggunakan pelat KH. Ia mengimbau agar kendaraan-kendaraan tersebut segera melakukan balik nama karena aktivitasnya berlangsung di wilayah ini.
“Kita ajak masyarakat yang berinvestasi atau menggunakan transportasi di Kotim agar patuh. Gunakan pelat KH, karena mobilnya dipakai di sini. Dengan begitu, daerah kita juga dapat manfaatnya,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, Bapenda bekerja sama dengan Samsat Keliling yang berada di Kecamatan Telawang. Banyak warga yang memanfaatkan layanan tersebut untuk langsung membayar pajak di tempat.
“Tadi ada yang pelatnya mati, langsung bayar di lokasi tanpa ribet fotokopi. Cukup tunjukkan datanya, langsung bisa bayar,” katanya.
Kegiatan ini juga sekaligus menjadi upaya evaluasi. Ramadansyah menyebutkan bahwa hingga saat ini capaian pajak PKB baru 11% dan BBN-KB baru 12%, jauh dari target kuartal pertama yang seharusnya minimal 15%. Dari target total sebesar Rp151 miliar, saat ini baru terealisasi sekitar Rp16 miliar.
“Kita harapkan hingga tanggal 23 nanti ada peningkatan signifikan. Ekonomi masyarakat juga semoga membaik, dan kesadaran pajak ini menjadi bagian dari budaya tertib administrasi dan lalu lintas,” tutupnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post