SAMPIT – Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami penurunan signifikan sepanjang tahun 2024. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kotim hingga 31 Desember 2024, tercatat 292 kasus DBD, 6 kasus DSS (Dengue Shock Syndrome), dan 67 kasus suspek DD, dengan total 298 kasus.
Bulan Januari menjadi puncak kasus dengan 150 kasus DBD, namun angka tersebut terus menurun di bulan-bulan berikutnya, bahkan nyaris nol kasus pada bulan Desember.
“Bahkan, tren penurunan kasus DBD di Kotim berlanjut pada awal tahun 2025. Berdasarkan data, hingga 17 April 2025, tercatat hanya 3 kasus DBD, 2 kasus DSS, dan 7 kasus suspek DD. Jumlah ini jauh lebih rendah dibanding periode yang sama di tahun 2024,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Umar Kaderi, Jumat 18 April 2025.
Sebagai perbandingan, pada Januari hingga April 2024, jumlah kasus DBD mencapai 240 kasus, terdiri dari Januari: 150 kasus DBD, Februari: 44 kasus, Maret: 37 kasus dan April: 9 kasus.
Jika dibandingkan dengan total 240 kasus DBD tahun lalu pada periode yang sama, maka terjadi penurunan hingga 98,75% di awal tahun 2025 ini.
Meski demikian, Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Umar Kaderi, menyampaikan bahwa tren penurunan ini patut disyukuri, namun potensi lonjakan kasus tetap mengintai. Apalagi musim hujan yang masih berlangsung bisa memicu kembali lonjakan kasus DBD.
“Alhamdulillah, sementara ini cukup signifikan turunnya, tapi masyarakat tetap harus waspada terhadap sarang nyamuk, terutama barang bekas yang menampung banyu di sekitar rumah,” ujarnya.
Ia mengimbau agar masyarakat terus melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin.
“Upayakan membersihkan sarang nyamuk dengan cara 3M Plus seminggu sekali yaitu menguras, menutup, dan mengubur barang bekas, serta menambahkan langkah pencegahan lainnya seperti penggunaan kelambu dan obat nyamuk seminggu sekali,” tambahnya.
Umar juga mengingatkan bahwa saat ini curah hujan masih tinggi, yang bisa memicu peningkatan kasus sewaktu-waktu.
“Justru itu. Berhubung hujannya ini ada terus, maka potensi terjadi lonjakan kasus itu sangat mungkin terjadi. Apalagi Kotim ini kabupaten penghubung. Orang bisa singgah, bisa menulari orang lain, tanpa harus menginap berhari-hari di Sampit,” jelasnya.
Dinas Kesehatan Kotim berharap masyarakat tetap disiplin menjaga kebersihan lingkungan dan waspada terhadap genangan air sebagai tempat berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama DBD.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post