SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus menunjukkan komitmennya dalam pemerataan akses air bersih. Sejak 2024 hingga awal 2025, ratusan sambungan rumah (SR) air bersih berhasil direalisasikan di sejumlah desa rawan kekeringan dan intrusi air laut.
Pada September 2024, Bupati Kotim Halikinnor meresmikan 310 sambungan rumah di Desa Parebok dan Desa Sei Ijum Raya, Kecamatan Teluk Sampit. Tak berhenti di situ, pada Januari 2025, kembali dilakukan peresmian 59 sambungan baru di Desa Sei Ijum, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.
“Ini bukan hanya soal ketersediaan air, tapi kualitas hidup masyarakat yang jauh lebih baik. Kita ingin semua warga bisa merasakan manfaat ini,” ujar Bupati Halikinnor, Jumat 18 April 2025.
Realisasi sambungan rumah ini membawa dampak nyata bagi warga. Sebelumnya, masyarakat mengandalkan air dari sumur dangkal atau bahkan air sungai yang payau. Kini, mereka dapat menikmati air bersih langsung dari jaringan Perumda Air Minum Tirta Mentaya.
Pemerintah juga terus melanjutkan pengembangan jaringan air bersih hingga ke desa-desa terpencil seperti Ujung Pandaran, serta ke wilayah yang selama ini kerap mengalami krisis air seperti Kecamatan Pulau Hanaut.
Namun demikian, pekerjaan belum selesai sepenuhnya. Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan Kotim, Rafiq Riswandi, menyebutkan masih ada 220 sambungan rumah yang tidak berfungsi, khususnya di Mentaya Hilir Selatan. Tahun ini, telah dilakukan perbaikan terhadap 50 SR, dan ditambahkan 9 SR baru.
“Masih ada 170 sambungan yang menunggu perbaikan. Satu sambungan membutuhkan anggaran sekitar Rp5 juta. Jadi total yang dibutuhkan mencapai Rp850 juta,” jelas Rafiq.
Pemkab Kotim menargetkan agar seluruh sambungan yang rusak dapat diperbaiki melalui APBD Perubahan 2025 atau APBD Murni 2026, demi menjamin tidak ada lagi warga Kotim yang kesulitan mendapatkan air bersih.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post