SAMPIT – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menegaskan pentingnya penguatan pendidikan karakter sebagai langkah strategis untuk mencegah perilaku negatif di kalangan pelajar. Pernyataan ini disampaikan menyusul beredarnya video tak pantas yang diduga melibatkan pelajar dari wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Muhammad Irfansyah, menyampaikan bahwa karakter siswa tidak hanya dibentuk lewat materi pelajaran, tetapi juga melalui pembiasaan nilai-nilai moral, etika, dan tanggung jawab sejak dini, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga.
“Pendidikan karakter adalah fondasi utama. Anak-anak harus dibekali dengan nilai-nilai kebaikan agar tidak mudah terbawa arus pergaulan yang menyimpang,” ujar Irfansyah, Senin 18 April 2025.
Menurutnya, perilaku negatif seperti dalam video yang viral bukan hanya mencoreng nama baik pribadi pelajar, tetapi juga berdampak pada reputasi sekolah dan keluarga. Karena itu, pendidikan karakter harus ditanamkan secara konsisten dalam seluruh aspek kehidupan anak.
Disdik Kotim mendorong kolaborasi aktif antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membentuk lingkungan yang sehat dan mendidik. Pengawasan terhadap aktivitas anak di luar sekolah menjadi hal yang tak kalah penting.
“Penguatan karakter tidak bisa hanya mengandalkan guru di sekolah. Peran keluarga dan masyarakat sangat vital untuk menciptakan suasana yang mendukung tumbuh kembang anak secara positif,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengaruh pergaulan bebas kerap menjadi pemicu utama perilaku menyimpang sehingga Ia berharap agar seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan dapat bekerja sama dalam membangun generasi muda yang tangguh, beretika, dan mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai positif.
Irfansyah menekankan pentingnya menjaga nama baik diri dan institusi pendidikan. Ia mengingatkan bahwa perilaku negatif tidak hanya berdampak pada pribadi, tapi juga mencoreng nama baik sekolah dan keluarga.
“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang. Pelajar harus menjaga kehormatan sekolah, baik di dalam maupun di luar lingkungan pendidikan.
Menurut Irfansyah, pendidikan karakter tidak cukup dibangun hanya di ruang kelas. Lingkungan rumah dan sosial juga harus berperan aktif dalam menciptakan iklim yang positif dan mendukung pertumbuhan mental anak.
“Dengan kolaborasi yang baik antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, kita bisa menciptakan generasi muda yang kuat secara moral dan tangguh dalam menghadapi tantangan zaman,” tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post