SAMPIT – Meski saat ini penumpukkan sampah di Kota Sampit kabupaten Kotawaringin Timur sudah mengalami pengurangan khususnya di depo-depo yang terletak di tengah kota, namun Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Kotawaringin Timur mengakui masih kekurangan tempat penampungan sampah atau depo.
Salah satunya di Kecamatan Baamang yang saat ini masih mempunyai satu depo di Jalan Cristopel Mihing atau di samping SMPN 3 Sampit. “Seharusnya jika mempertimbangkan penduduknya yang kurang lebih 75.000 memerlukan sekitar 3 depo, jadi perlu adanya penambahan 2 depo lagi. Kurangnya depo ini menjadi salah satu penyebab penumpukkan sampah, ditambah lagi masih kurangnya armada truk pengangkut kita,”ungkap Plt Kepala DLH Kotim Marjuki, Sabtu 1 Maret 2025.
Lanjutnya, selain di Kecamatan Baamang, daerah lain yang juga memerlukan depo yaitu areal permukiman warga Jalan Sawit Raya. Pasalnya tidak hanya permukiman warga pada umumnya, wilayah itu saat ini juga banyak dibangun perumahan sehingga jumlah penduduk terus bertambah yang juga mempengaruhi volume sampah rumah tangga di wilayah itu.
“Bahkan warga di Sawit Raya sudah ada menghibahkan lahan yang cukup luas untuk pembangunan depo sampah. Namun belum bisa kita realisasikan meski lahan sudah tersedia, karena keterbatasan anggaran, ditambah lagi sekarang ini terjadi efisiensi anggaran dari pemerintah pusat,” bebernya.
Bahkan DLH sendiri terjadi pemotongan sekitar 50% anggaran yang mengakibatkan sejumlah rencana sebelumnya terpaksa ditunda, termasuk pengadaan penambahan armada pengelola sampah di TPA yang juga tertunda. “Meski dalam keterbatasan anggaran, DLH akan terus mengoptimalkan SDM dan armada yang ada,” tutupnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post