SAMPIT – Tumpukan sampah yang menggunung di kawasan Jalan Sawit Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), akhirnya mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Kelurahan Pasir Putih bersama Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim telah mengambil langkah untuk membersihkan sampah yang sempat dikeluhkan warga setempat.
Penanganan dilakukan dengan mengangkut sampah ke Tempat Pembuangan Umum (TPU) Kilometer 14, Kelurahan Pasir Putih, Jalan Jenderal Sudirman. Namun, sampah yang boleh dibuang di lokasi tersebut hanya berasal dari masyarakat Jalan Sawit Raya dan sekitarnya, karena tanah tersebut merupakan tanah hibah dari masyarakat sekitar.
Lurah Pasir Putih, Zainal Arifin, mengungkapkan bahwa tumpukan sampah yang menggunung di lokasi diduga bukan semata-mata berasal dari warga sekitar. Banyaknya sampah kiriman dari luar wilayah Sawit Raya menjadi penyebab utama penumpukan yang mengganggu akses jalan.
“Kalau hanya sampah dari warga Sawit Raya dan sekitarnya, tidak mungkin menumpuk setinggi itu. Ada indikasi sampah dari luar wilayah yang dibuang di sini, padahal lahan tersebut merupakan hibah khusus untuk pembuangan sampah warga sekitar,” jelas Zainal Arifin saat dihubungi wartawan, Sabtu 28 Februari 2025.
Diketahui, lahan yang digunakan sebagai tempat pembuangan sampah merupakan hibah dari masyarakat Perumahan Sawit Raya, Jalan Perumahan Robi, Perumahan Difa, Perumahan Betang Raya, dan sekitarnya. Sehingga, sampah yang diperbolehkan dibuang di lokasi tersebut hanya berasal dari warga di lingkungan itu, bukan dari luar kawasan.
Tumpukan sampah yang semakin menggunung sebelumnya sempat dikeluhkan warga. Bahkan, sampah yang tak tertampung telah meluber hingga ke jalan aspal, mengganggu aktivitas dan kenyamanan masyarakat sekitar. “Sebelumnya, warga mengeluhkan bau tidak sedap dan sampah yang berserakan hingga ke jalan. Saya bersama pihak DLH dan Pak Camat Mentawa Baru Ketapang langsung turun tangan untuk menangani masalah ini,” ujar Zainal.
Dalam upaya pembersihan, sekitar lima hingga enam truk telah dikerahkan untuk mengangkut sampah. Namun, proses tersebut sempat terhambat akibat alat berat yang digunakan mengalami kendala teknis, yaitu ban kempes. “Hari ini rencananya akan dilanjutkan, tetapi ada kendala pada alat berat. Namun, dalam waktu dekat kami akan kembali melanjutkan pembersihan,” tambahnya.
(gus/matakalteng)





















Discussion about this post