SAMPIT – Masyarakat kabupaten Kotawaringin Timur di himbau adanya gangguan fenomena gelombang rosby secara spasial yang terpantau aktif di wilayah Kalimantan Tengah termasuk di kabupaten Kotawaringin Timur.
“Daerah belokan angin dan perlambatan Kecepatan angin atau konvergensi juga terpantau di wilayah sekitar Kalimantan,”kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kotim, Agus Mulyadi, Kamis 2 Januari 2024.
Menurutnya, kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut. Kelembaban udara yang cukup basah labilitas lokal kuat yang mendukung proses konveksi pada skala lokal juga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalimantan Tengah.
“Kabupaten Kotim masuk dalam wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir ataupun kilat dan angin kencang pada 4 Januari 2025,” bebernya. Tambahnya, informasi itu didapatkan dari pantauan langsung Stasiun Badan, Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Kelas I Tjilik Riwut.
“Diharapkan masyarakat tetap waspada potensi hujan lokal dengan durasi singkat yang dapat disertai petir ataupun kilat dan angin kencang ataupun angin puting beliung di wilayah Kalimantan Tengah,” ucapnya. Serta masyarakat diminta berhati-hati terhadap dampak bencana yang ditimbulkan seperti genangan air banjir, tanah longsor dan pohon tumbang.
Sementara itu informasi dari BMKG Kabupaten Kotim untuk wilayah yang berpotensi meluas terjadinya hujan pada 2 Januari ini dengan intensitas sedang hingga lebat di Kabupaten Kotim yaitu Kecamatan Cempaga, Kota Besi, Seranau, MB Ketapang, Pulau Hanaut, Teluk Sampit Mentaya Hilir Utara dan Mentaya Hilir Selatan.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post