SAMPIT – Pemerintah kabupaten Kotawaringin Timur berharap agar perusahaan besar swasta atau PBS yang beroperasi di wilayah kabupaten Kotim lebih sering turun untuk menemui masyarakat baik itu dalam bentuk rapat koordinasi ataupun forum silaturahmi sehingga bisa mengurangi konflik antara perusahaan dan masyarakat sekitar yang sekarang kerap terjadi.
“Saat ini Setahu saya baru ada satu PBS yang rutin Melaksanakan pertemuan dengan masyarakat bahkan sampai ke tingkat kecamatan khususnya di wilayah kecamatan Cempaga Hulu, yaitu BGA Grup,”kata Asisten I Sekda Kotim, Rihel, Senin 14 Oktober 2024.
Menurutnya, kegiatan semacam itu tak hanya menjadi ajang silaturahmi namun juga ajang mengeluarkan pendapat serta usulan-usulan dengan harapan semuanya bisa berjalan dengan baik serta hambatan-hambatan yang mungkin selama ini terjadi yaitu riak-riak kecil di tengah masyarakat bisa disampaikan dan bisa ditanggapi oleh perusahaan secara langsung.
“Memang tuntutan dan keinginan masyarakat itu pasti akan banyak yang diusulkan, tapi tidak semuanya juga bisa diberikan karena mengingat juga masing-masing Desa terkadang bukan pakai prioritas, tetapi hanya keinginan bukan kebutuhan yang real yang dibutuhkan oleh masyarakat,”ucapnya.
Namun setidaknya kata Rihel, dengan rutin menemui masyarakat bisa mengurangi potensi-potensi terjadinya konflik antara masyarakat dan perusahaan. Dirinya berharap kegiatan semacam ini tidak hanya terlaksana di kecamatan Cempaga Hulu saja namun juga dapat dilaksanakan oleh PBS di kecamatan lainnya.
Sementara itu Management PT BGA Grup Priyanto PS menyampaikan, masukkan yang pihaknya terima pada forum kedua ini kualitasnya semakin meningkat, jika dulu lebih melebar pada forum pertama, tapi sekarang lebih fokus pada hal yang dibutuhkan.
“Apapun yang dilakukan dan apa yang disampaikan oleh masyarakat kita harus terima sebagai sebuah penguatan, selagi masyarakat masih mau memberikan masukan kepada kita maka pada dasarnya mereka masih sayang kepada kita. Tapi kalau mereka sudah tidak mau memberikan atensi, protes dan kritik, maka pada dasarnya itu menjadi sinyal sebuah ancaman buat suatu usaha,”bebernya.
Tambahnya, dalam kegiatan silaturahmi itu juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama untuk menjaga kesepakatan mengenai nilai kebaikan yang harus dibangun bersama antara masyarakat dengan perusahaan.
“Kalau tidak diikuti dengan sebuah langkah atau action plan yang berkaitan dengan tindak lanjut dari pertemuan dan diikuti dengan komitmen, maka yang terjadi adalah pengingkaran, tidak ada pertanggungjawaban nantinya pada pertemuan-pertemuan selanjutnya,”kata Priyanto.
Diharapkan dengan adanya komitmen terhadap pertemuan lanjutan itu, masing-masing pihak bisa menyampaikan apa yang dikerjakan dan dilakukan ketika komitmen telah dilakukan. Dan menurutnya output yang diharapkan bagi perusahaan ketika melaksanakan silaturahmi dengan masyarakat adalah menjaga hubungan baik.
“Kehadiran perusahaan di suatu daerah dalam sebuah investasi itu menjadi pondasi untuk membangun masyarakat, artinya kalau masyarakat sejahtera maka dia akan memberikan perlindungan kepada kita. Dan kita tentunya harus memberikan nilai manfaat kepada masyarakat agar masyarakat itu menjadi berdaya,”tutupnya.
Ditambahkan Khairil Manar Jambak selaku Regional Head Pundu, dalam kehidupan yang penuh dinamika ini penting untuk saling mengingatkan dan menjaga tali persaudaraan agar tetap erat. Sehingga melalui silaturahmi dengan masyarakat menjadi momentum terbaik perusahaan untuk mendapatkan saran dan masukan serta saling berbagi cerita pengalaman dan pengetahuan untuk menjadi cermin bagi pihaknya agar bisa lebih baik sebagai mitra masyarakat.
“Neberapa poin yang telah kami tindaklanjuti dalam usulan pada silaturrahmi tahun 2023 yaitu plasma bagi warga desa parit tidak dapat dipenuhi,”ucapnya.
Hal itu karena PT WNL secara regulasi sudah memenuhi regulasi undang-undang perihal fasilitas pembangunan kebun masyarakat sekitar, namun melalui program CSR, BGA Group telah berkontribusi untuk masyarakat desa Parit pada tahun 2024 ini berupa donasi partisipasi perayaan hari besar dan material untuk Balai Desa Parit.
Kemudian untuk usulan salah satu masyarakat terkait permintaan kerjasama kemitraan kebun sawit sudah disetujui oleh manajemen BGA. Selanjutnya usulan dari salah satu Kades terhadap permohonan bantuan material untuk pembangunan gedung Balai Basarah Hindu Kaharingan juga sudah diserah terimakan.
Serta usulan terhadap kontribusi pemegang SPK angkutan TBS ke PKS BGA untuk pad desa pundu tidak dapat dipenuhi oleh pemegang SPK karena pemilik SPK keberatan atas usulan tersebut.
“Kami sampaikan juga bahwa sejak tahun 2005 sampai dengan hari ini BGA Group Region Pundu telah bermitra dengan 5 koperasi dan 14 kelompok tani yang berada di kecamatan Cempaga, Cempaga Hulu dan Kecamatan Katingan Hilir dengan nilai SHK yang disertakan sampai dengan tahun 2024 sebesar kurang lebih Rp1,1 triliun,”bebernya.
Melalui program CSR pihaknya berkomitmen untuk mengembangkan kegiatan membangun desa secara berkelanjutan yaitu pada tahun 2024 adanya pembuatan role model dalam bidang peningkatan ekonomi produktif di desa Pantai Harapan berupa peternakan ayam pedaging dan ayam petelur.
“Selain itu saat ini dikembangkan juga program UMKM berupa kerajinan tangan dan pertanian hortikultura sayuran di desa Pundu yang hasilnya dijual ke swalayan atau UPS BGA group region pundu,”ucapnya.
Untuk melestarikan budaya lokal Dayak bagi generasi muda CSR BGA juga turut serta dalam pembinaan sanggar Riwut Cempaga Bajenta di desa Pelantaran. Di bidang infrastruktur seperti perbaikan alan, jembatan dan fasilitas umum, CSR BGA berpartisipasi untuk desa Ubar Mandiri Pantai Harapan, Selucing, Bukit Raya, Parit, Keruing dan Pelantaran.
Sementara di bidang pendidikan dan kesehatan Ikut andil untuk meningkatkan taraf pendidikan melalui program pendampingan 9 anak beasiswa AKPY instiper dari desa pundu, desa Ubar, hmHampalit dan Keruing serta kegiatan khitanan massal yang diadakan untuk desa se Kecamatan cempaga hulu dengan total anak sebanyak 88 orang.
Pada minggu kedua Oktober 2024 BGA group bersama Polres Kotim juga telah menandatangani MOU kerjasama dalam rangka Pembinaan untuk masuk TNI Polri bagi putra putri warga Kecamatan Cempaga Hulu yang saat berpartisipasi mendaftarkan putra-putrinya dengan biaya gratis.
“Kami berharap agar silaturahmi ini tidak hanya berhenti di acara saja tetapi dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat kebersamaan mari kita bangun masyarakat yang lebih baik saling peduli dan gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada,”tutup Khairil.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post