SAMPIT – Perwakilan dari SMAN 2 Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terpilih menjadi duta baca pelajar Kotim dalam pemilihan duta baca pelajar yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsiban Daerah Kotim pada 15 Juli 2024.
Peserta atas nama Regia Diandra Fadhila dari SMAN 2 Sampit ini berhasil mendapatkan point tertinggi yaitu 1.480. Sehingga akan mewakili Kotim dalam perlombaan tingkat provinsi Kalimantan Tengah.
“Untuk motivasi saya sendiri mengikuti kegiatan pemilihan duta baca pelajar di Kotim ini pastinya ingin menjadi pelopor khususnya di usia remaja, karena mungkin disekitar kita masih banyak remaja-remaja di sekitar kita yang kurang minat membacanya, jadi saya ingin menjadi pelopor yang mengenalkan apa itu literasi, dan apa itu perpustakaan dan apa pentingnya membaca dalam kehidupan sehari-hari,”ujar Regia, Senin 15 Juli 2024.
Menurutnya, persiapan yang ia lakukan dimulai dari pemilihan di tingkat sekolah, yang mana di SMAN 2 Sampit khususnya pada tanggal 21 Juni 2024 ada pemilihan duta baca tingkat sekolah, dan ia terpilih hingga akhirnya dimbimbing serta di didik kembali dan dilatih untuk mengikuti lomba tingkat kabupaten ini.
“Saya tidak menyangka berhasil menjadi juara 1 dalam pemilihan duta baca pelajar Kotim, karena sejak awal saya merasa masih banyak kekurangan dan masih banyak hal yang harus saya perbaiki kedepannya. Untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada pihak sekolah dan guru pembimbing serta teman-teman yang setia menjadi supporter dan memberikan dukungan, serta orangtua yang selalu mendoakan saya. Semoga kedepannya saya lebih baik lagi dan lebih sukses lagi,”ujarnya.
Untuk lomba tingkat provinsi lanjutnya, ia komitmen akan memberikan yang terbaik dan memperbaiki apa yang tadi sudah diarahkan oleh dewan juri termasuk programnya maupun karya tulis dan lain sebagainya.
Sementara itu Juri 1 dalam kegiatan ini Suyoso menyampaikan, juara 1,2,3 dan 4 rata-rata sudah mendekat favorit atau juara tahun lalu dari sisi perporma.
“Dari sisi karya memang masih banyak yang perlu dikuatkan terutama dalam hal kemampuan melaporkan aksi praktik baik dalam menggerakan budaya membaca di lingkungan masing-masing,”ujarnya.
Sedangkan juri II Utari Rimbarwati mengatakan, yang pertama perlu perbaikan adalah kualitas tulisan, mengingat inovasi adalah hal baru yang memang belum pernah dilakukan orang lain sehingga tulisan karya ini sangat penting.
“Yaitu bagaimana meningkatkan budaya baca di Kotim terutama terkait dengan adanya perpustakaan sekolah. Kemudian anak-anak kebanyakan memang bekal dipenampilan diri harus diperhatikan serta etika ketika berada di atas panggung dan konsep publik speacking dan lain-lain mengenai penampilan diri. Namun demikian kita mengapresiasi apa yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kerasipan Daerah ini. Karena kegiatan ini sangat membantu sekali membina anak-anak dan meningkatkan budaya baca di Indonesia khususnya di Kabupaten Kotim,”pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post