SAMPIT – Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Sampit memprediksikan musim kemarau di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan lebih pendek dan basah dibandingkan tahun lalu.
Musim kemarau diprediksikan akan mulai terjadi pada awal Agustus mendatang dan mencapai puncaknya pada akhir bulan Agustus. Hal ini dikarenakan pengaruh El Nino lemah.
“Berdasarkan prakiraan, kondisi cuaca pengaruh dari El Nino lemah, jadi musim kemarau berlangsung pendek. Kemarau terjadi di Agustus dan puncaknya di Agustus. Tahun ini diprediksi lebih basah,” ujar Mulyono Leonardo, PLT Kepala BMKG Sampit, Senin, 15 Juli 2024.
Meskipun musim kemarau diprediksikan lebih pendek, BMKG Sampit berharap dengan dilakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dapat membasahi lahan-lahan yang ada sehingga potensi Karhutla bisa diminimalisir.
“Diharapkan dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang sedang dilaksanakan diharap dapat membasahi lahan-lahan yang ada, sehingga diharapkan mengurangi potensi karhutla,” tutupnya.
Kendati demikian, BMKG juga menghimbau kepada instansi terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi karhutla.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post