SAMPIT – PLT Kepala Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) bahwa potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai meningkat.
Menurut Mulyono, berdasarkan parameter cuaca, BMKG memprediksikan potensi kemudahan terjadinya karhutla di Kotim sangat tinggi. Kondisi ini terjadi merata di Kotim, terutama wilayah selatan.
“Kemungkinan besar di selatan Kotim curah hujan berkurang. Awal musim kemarau terjadi pada Agustus dasarian 1. Dari pantauan kami ada 2 titik hot spot, Baamang dan Mentaya Hulu. Beberapa hari ke depan mulai kering, potensi karhutla meningkat,” kata Mulyono Leonardo, PLT Kepala BMKG Sampit, pada Senin, 15 Juli 2024.
BMKG Sampit mengingatkan berbagai instansi terkait, termasuk masyarakat, untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Terlebih banyak lahan tidur yang ditumbuhi semak belukar sehingga rawan terbakar.
“Kita mewarning instansi terkait agar lebih waspada, walaupun masih akan terjadi hujan. Kondisinya lebih cenderung kering wilayah selatan, di sana juga potensi karhutla tinggi, karena di sana daerah gambut. Titik hotspot sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir,” jelasnya.
Untuk itu masyarakat juga dihimbau agar tidak membakar sampah sembarangan, selalu berhati-hati saat melakukan aktivitas di luar ruangan.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post