SAMPIT – Pusat Pertokoan Mentaya di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kondisinya semakin memprihatinkan. Selain sepi pengunjung dan terus berkurangnya jumlah pedagang, bangunan pertokoan juga banyak mengalami kerusakan.
Nini, salah satu pedagang pakaian, mengeluhkan kondisi ini dan berharap ada upaya dari pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk turun tangan mengatasi masalah tersebut.
“Kami berharap agar pemerintah daerah dapat membantu mereka dengan menggelar kegiatan di lokasi tersebut secara rutin. Tujuannya untuk menarik pengunjung dan menghidupkan kembali roda perekonomian di Pusat Pertokoan Mentaya Sampit,” ucapnya. Senin, 15 Juli 2024.
Meskipun berada di pusat Kota Sampit, hal ini tidak menjamin kemajuan dan perkembangan Pusat Pertokoan Mentaya. Justru, kondisinya semakin terpuruk.
Terletak di Jalan S. Parman tepat di samping Taman Kota Sampit, pertokoan berlantai dua dengan halaman luas ini tampak sepi pengunjung, bahkan di akhir pekan seperti Sabtu dan Minggu.
Kondisi sepi ini sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir, menyebabkan omzet pedagang anjlok hingga jauh di bawah 50%. Akibat sepinya pengunjung, jumlah pedagang pun terus berkurang. Contohnya pedagang pakaian, dari yang awalnya hampir 200 pedagang, kini hanya tersisa sekitar 20 pedagang.
Dari hampir 400 kios yang ada di Pertokoan Mentaya Sampit, sebagian besarnya tutup. Bahkan, di beberapa sisi bangunan, terlihat kerusakan parah dan terkesan terbengkalai.
(gus/mata kalteng)





















Discussion about this post