SAMPIT – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kotawaringin Tmur (Kotim) Rusnah menyampaikan, di Kotim diduga ada naskah kuno di Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kotim yang sampai saat ini masih digali dan dipelajari.
“Mudah-mudahan ini benar naskah kuno yang bisa bermanfaat untuk kita. Naskah kuno ini berbentuk daun lontar berbahasa bali, kalau ini benar naskah kuno maka bisa meninggikan nilai kita di penilaian perpustakaan nasional,”ujar Rusnah, Senin 15 Juli 2024.
Ia berharap, semua pihak bersama-sama mengembangkan budaya Kotim terutama dalam hal pelestarian Bahasa Daerah yang mulai pudar.
“Semoga rencana kita dengan balai bahasa membuat kamus Bahasa Sampit bisa terlaksana. Karena banyak sekali perbedaan antara bahasa Kahayan, bahasa Katingan dan Sampit meski sama-sama bahasa Dayak,”tegasnya.
Sekarang ini lanjutnya, yang masih banyak menggunakan dan bisa bahasa Sampit yaitu warga pinggir sungai terutama di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang sampai Kecamatan Baamang. Sehingga diharapkan bagi yang memiliki keluarga di daerah itu bisa belajar dan ikut melestarikan Bahasa Dayak Sampit.
“Dengan harapan bahasa kita tidak punah tergerus perkembangan jaman yang mana sudah banyak masuk budaya-budaya asing serta bahasa-bahasa asing. Menguasai bahasa asing boleh saja namun jangan sampai melupakan bahasa daerah sendiri,”tutupnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post