SAMPIT – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kotawaringin Tmur (Kotim) menyelenggarakan pemilihan duta baca pelajar Kotim pada 15 Juli 2024 dalam rangka mempersiapkan keikutsertakan Kotim pada pemilihan duta baca di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang akan datang.
“Latar belakang digelarnya lomba duta baca ini adalah mewakili daerah kita nantinya untuk mengikuti lomba di tingkat provinsi yaitu di Palangkaraya, sehingga ajang ini dalam rangka untuk memilih perwakilan Kotim. Saya berharap peserta yang nantinya mewakili Kotim bisa membawakan nama baik Kotim dan membawa ciri khas sendiri yaitu menggunakan bahasa Dayak Sampit,”kata Kepala Dispursip Kotim Rusnah, Senin 15 Juli 2024.
Karena ujarnya, selama ini bahasa Dayak jarang digunakan oleh anak muda Kotim yang kemungkinan karena sudah terpengaruh bahasa lain. Sehingga ia berharap bahasa Sampit asli bisa dikembangkan oleh anak muda khususnya melalui kegiata duta baca.
“Sebenarnya semua sekolah kita undang untuk ikut kegiatan ini, dan hari ini adalah seleksi peserta yang sudah lolos pemberkasan. Sehingga dapat 7 orang yang mengikuti seleksi hari ini,”ujarnya,
Ia juga meminta, jika ada yang diperlukan untuk perlombaan di tingkat provinsi nantinya bisa disampaikan guru pendamping kepada Dispursip Kotim.
“InsyaAllah akan kami coba lengkapi kebutuhan penunjangnya, dan alangkah baiknya kalau perlombaan nanti menggunakan baju adat Dayak kita. Yang penting sopan dan membawa nama baik Kotim,”tegasnya.
Diketahui, yang berhasil lolos seleksi administrasi dan mengikuti seleksi langsung yaitu perwakilan dari SMKN 1 Sampit, SMKN Kota Besi, MAN Kotim, SMAN 2 Sampit, SMAN 3 Sampit, SMKN 1 Samuda dan SMKN Cempaga.
“Seleksi ini kita hadirkan 4 juri yaitu Juri 1 Kepala SMPN 1 Sampit Suyoso, Juri 2 Utari Rimbarwati tokoh dalam dunia pendidikan dan seni, Juri 3 Ibu Ros Ermawati penggiat literasi dan Juri 4 Ibu Lynis Mindawrawi penggiat literasi juga. Karena hari ini adalah pemilihan duta baca pelajar, saya berharap serius mengikuti perlombaan karena nantinya akan mewakili Kotim di tingkat Provinsi dan inilah yang akan membawa nama baik Kotim. Saya sangat berharap pada kesempatan itu nanti dimasukkan bahasa Sampit agar generasi berikutnya juga mengikuti dan daerah lain bisa mengenal bahasa Sampit,”tutupnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post