SAMPIT – Sejumlah kelompok tani di Desa Bapeang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur menyampaikan sejumlah kendala mereka dalam bidang pertanian. Salah satunya kesulitan mendapatkan pupuk bersubsisi.
“Saat ini kami Petani padi di Bapeang sangat kesusahan dalam mendapatkan pupuk subsidi, bahkan kami juga sulit mendapatkan BBM subsidi dan alat pertanian seperti mesin pemanen padi atau combine, dan mesin garab lahan atau jonder. Sehingga dalam pengolahan lahan dan pasca panen kami kesusahan yang menimbulkan keinginan peyani untuk beralih fungsikanlahan ke kebun sawit,”kata Ketua Kelompok Tani Ujung Pandang, Masdar, Senin 10 Juni 2024.
Karena unarnya, biaya operasional tanaman pangan sangat mahal dan hasil yang diperoleh minim akibat dari tidak adanya alat tersebut.
“Hari ini kami kelompok tani Ujung Pandang dan kelompok tani Hamparan menyurati Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan untuk memberikan solusi atas persoalan petani saat ini,”tegasnya.
Adapun dalam surat itu pihaknya menyampaikan hasil kesepakatan bersama dalam Pertemuan Rutin Kelompok Tani, yakni pertama sebagai Kelompok Tani yang memiliki bidang usaha yang sama yaitu Tanaman Pangan, Holtikutura, Perkebunan dan Peternakan dimana 70% dari anggota kelompok tani ini memiliki Usaha Tanaman Pangan Padi Sawah, dengan kebutuhan dalam Usaha Tani yang sama.
“Kami mengharapkan bantuan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, agar memudahkan kami dalam pengolahan Usaha Tanaman Pangan diwilayah Kelompok Tani Kami,”ujarnya,
Adapun Bantuan yang dimaksud, yakni Mesin Pemanen Padi (COMBINE), Mesin Penggarap Lahan (JONDER). Dan pihaknua juga meminta adanya kemudahan mendapatkan pupuk subsidi berimbang, BBM subsidi serta bantuan iInsektisida, herbisida dan fungisida.
“Sehubungan dengan sangat pentingnya bantuan yang kami harapkan itu dalam usaha Pertanian Tanaman Pangan saat ini, maka kami mengharapkan bantuan tersebut dapat kami rasakan minimal dalam satu tahun kedepan,”ungkapnya.
Menurut Masdar, apabila dalam waktu yang pihaknya sampaikan tidak dapat menerima bantuan tersebut maka mereka tidak akan bisa mempertahankan Usaha Tanaman Pangan ini di wilayah Desa Bapeang.
“Maka dari itu kami berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk nasib para petani khususnya di bidang tanaman pangan ini, sehingga lahan pertanian yang kami miliki ini tidak kami alih fungsikan menjadi perkebunan sawit,”tutupnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post