SAMPIT – Sempat surut hampir dua pekan, banjir kembali menggenangi sejumlah desa yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) khususnya di wilayah Hulu. Banjir di akibatkan air sungai Mentaya yang pasang dan meluber ke jalan hingga permukiman warga terutama yang berada di bantaran sungai.
“Terutama di Kecamatan Telaga Antang, dari pantauan terakhir ada 3 desa yang mengalami banjir lagi yairu Desa Tumbang Boloi, Desa Tumbang Sangai dan Desa Bajenai,”kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kotim, Agus Mulyadi, Senin 27 Mei 2024.
Lanjutnya, ketinggian muka air banjir berkisar antara 50 sampai dengan 120 cm di atas tanah. Sehingga cukup mengganggu aktivitas warga, bahkan membuat akses jalan terputus dan warga yang ingin beraktivitas terpaksa menggunakan perahu.
“Selain di Kecamatan Telaga Antang, banjir juga terjadi di Kecamatan Antang Kalang tepatnya di Desa Tumbang Manya dengan ketinggian berkisar antara 50 sampai 80 cm di atas tanah,”bebernya.
Menurutnya, BPBD akan menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan pemantauan atau cek cepat sehingga mengetahui kondisi dan resiko yang bisa terjadi untuk menentukan langkah selanjutnya apakah warga harus di evakuasi atau ada tindakan lain.
“Sementara ini kami menghimbau agar warga yang saat ini kembali terdampak banjir untuk berhati hati terutama yang memiliki balita agar selalu dalam pantauan, jangan sampai membiarkan anak anak bermain sendiri dalam kondisi seperti ini, terutama ketika banjir cukup dalam,”pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post