SAMPIT – Meski saat ini banjir yang terjadi di sejumlah daerah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sudah berangsur-angsur surut, namun Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi (Kobes) masih mengalami banjir.
“Banjir memang sudah tidak sedalam beberapa hari lalu. Sekarang sudah mulai surut, rumah-rumah warga sudah tidak terendam, namun jalan desa memang masih banjir. Dan kalau terjadi hujan lebat serta air pasang lagi kemungkinan banjir naik lagi,”kata Kepala Desa Hanjalipan, Sapransyah, Senin 13 Mei 2024.
Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengatakan, kondisi banjir di beberapa kecamatan sejak sepekan ini sudah mulai surut.
“Untuk banjir di Desa Hanjalipan itu terjadi di kawasan yang dataranya paling rendah, Ketinggian banjir 97 cm dari patok banjir. Banjir sempat surut dan naik lagi mulai 7 Mei,”bebernya.
Menurutnya, banjir disebabkan tingginya curah hujan dan kiriman air dari wilayah utara yang disertai kondisi air pasang. Apalagi letak Desa Hanjalipan berada di bantaran sungai yang merupakan tempat pertemuan dua sungai, yaitu Sungai Mentaya dan Sungai Tualan, sehingga desa berisiko rawan banjir.
“Bahkan BPBD Kotim juga telah melakukan pemantauan ke Desa Hanjalipan dan sempat mendirikan tenda pantau untuk berjaga-jaga, jika debit air meninggi karena faktor hujan atau air pasang,”ujarnya.
Diketahui, banjir yang terjadi selama sepekan terkahir di Kotim telah merendam 26 desa dan 5 kelurahan dari 9 Kecamatan yaitu Kecamatan MB Ketapang, Baamang, Mentaya Hulu,Antang Kalang, Telaga Antang, Mentaya Hilir Utara, Bukit Santuai, Parenggean dan Kotabesi.
“Dari data yang tercatat di BPBD Kotim, warga yang terdampak banjir sebanyak 1.756 KK atau 3.773 jiwa dan 446 rumah terendam. Namun sekarang sudah berkurang karena banjir sudah hampir semua surut,”tutupnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post