SAMPIT – Warga dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengeluh lampu Penerangan Jalan Utama (PJU) di Jalan Ayani khususnya di simpang KNPI hingga Jelawat, mati total.
Kondisi lampu PJU di Jalan ini mati sudah satu bulan terkahir ini, sehingga kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat, terutama dalam hal keamanan dan kenyamanan beraktivitas di malam hari.
Apalagi di sekitar jalan tersebut banyak pelaku UMKM yang mengadu nasib serta mengais rejeki. Sehingga kondisi di sekitar sangat ramai oleh para konsumen, apalagi di pinggir jalan itu tersedia juga warung 24 jam.
Salah seorang pelaku UMKM di sekitar lampu PJU bernama Aldi menyatakan, bahwa keadaan lampu PJU mati ini sudah satu bulan sehingga dengan adanya hal itu, mereka sangat merasakan dampak langsung dari pemadaman itu.
“Kami merasa tidak nyaman dengan adanya pemadam ini sehingga yang kami takutkan yaitu tindakan kriminalitas yang terjadi di sekitar area lampu ini,” ucapnya kepada wartawan ini, Senin, 13 Mei 2024.
Dikatakan Aldi, dengan adanya pemadam ini juga mereka juga takut adanya kecelakaan lalu lintas dimana hal ini mungkin terjadi karena di lokasi ini juga kerap kali adanya aktivitas balap liar. Selain itu juga, jalan ini merupakan jalan kota serta jalur masuk ke ikon kebanggaan warga Sampit yaitu Ikon Jelawat.
“Jalan ini juga dijadikan balap liar. Takutnya pas mereka melakukan aksi, Tiba-tiba ada penggunaan Jalan lain yang lewat, karena pelaku bali ini juga banyak yang tidak menggunakan lampu depan,” bebernya.
“Inikan jalan kota, apalagi jalan ini menuju ikon Jelawat. Apa kata wisatawan luar kalau keadaannya kaya gini. Malu lah, masa kota ini kaya jaman dulu,” sambungnya.
Namun hingga berita ini dinaikan, belum ada informasi resmi terkait penyebab matinya lampu PJU ini.
(gus/matakalteng)




















Discussion about this post