SAMPIT – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengingatkan agar berbuka puasa jangan dijadikan ajang balas dendam setelah seharian penuh berpuasa, sehingga saat berbuka mengkonsumsi makanan berlebih atau menambah porsi makan dibanding hari biasa.
“Selain dapat membuat lambung meregang, makan berlebihan ketika berbuka puasa akan membuat sistem pencernaan kaget. Rasa kaget tersebut terjadi karena sebelumnya perut kita kosong dan tidak bekerja karena tidak ada asupan apapun yang masuk,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho, Rabu, 20 Maret 2024.
Dia menjelaskan, makan berlebihan bisa membahayakan bagi kesehatan tubuh, dari memicu terjadinya obesitas, meningkatkan risiko terjadinya penyakit kronik, bahkan bisa menyebabkan masalah mental.
“Oleh karena itu, mengatur seberapa banyak makanan yang masuk ke dalam tubuh itu sangat penting. Tidak hanya kekenyangan, konsumsi makanan yang berlebihan juga dapat membuat mual,” tegasnya.
Selain itu, pada saat berbuka puasa ujarnya, hendaknya meminum air hangat karena bisa membantu mencegah dehidrasi setelah menahan haus seharian. Air diperlukan untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.
“Membiasakan minum air secara teratur dalam keadaan perut kosong dapat bermanfaat bagi sistem kekebalan tubuh untuk mencegah infeksi. Minum air hangat saat berbuka pun bermanfaat dalam proses detoks atau pengeluaran racun dalam tubuh. Ini juga akan membantu melancarkan pencernaan serta mencegah kesulitan buang air besar. Bahkan, minum air hangat saat perut dalam keadaan kosong dapat menyebabkan perasaan kenyang dan mencegah makan berlebihan,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post