SAMPIT – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) baru saja melaunching aplikasi SIPET ULIN dinilai mampu membantu pengetasan kemiskinan di wilayah tersebut. “Memang ini tugas dari Diklatpim tingkat II, tapi ini juga sebagai inovasi kepada kami untuk terus membuat daerah ini lebih maju, ” kata Kadinsos Kotim Wiyono, Selasa 31 Oktober 2023.
Disampaikan SIPET ULIN merupakan aplikasi dengan akronim dari sistem informasi pendataan terpadu usulan keluarga miskin. Dengan aplikasi ini maka Dinas Sosial akan mempunyai acuan yang jelas untuk melaksanakan koordinasi dan sinkronisasi program dan kegiatan dalam rangka penanganan kemiskinan di Kabupaten Kotim
Disebutnya, berdasarkan informasi dari Badan Pusat Statistik ada sekitar 27,26 persen penduduk miskin yang ada di Kabupaten Kotim. Tentu angka tersebut dinilai cukup banyak masyarakat yang masuk kategori miskin di Kotim.
“Ini tanggung jawab kita bersama bagaimana mempercepat menurunkan angka kemiskinan ini. Untuk itu dengan adanya aplikasi yang kami buat ini nantinya kita sinergikan dengan aplikasi yang dimiliki oleh Kementrian Sosia supaya data terpadu sosial yang ada di Kotim bisa kita tampilkan,” ujarnya.
Lanjutnya, ini juga bisa menjadi acuan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baik di kabupaten maupun provinsi terkait data kemiskinan dan penyelesaian untuk masalah tersebut. Sementara untuk data penduduk miskin ekstrem saat ini di Kotim sebanyak 5,2 persen.
Disampaikan, belum lama ini pihaknya memperoleh tambahan dana sebesar Rp1.8 miliar dari pemerintah pusat untuk penyelesaian penduduk miskin ekstrem itu. “Tapi karena ketersediaan data sehingga konsentrasi kita menyampaikan bantuan tidak maksimal. Sehingga dengan adanya aplikasi ini bisa menjadi acuan ke depannya. Sehingga angka kemiskinan di Kotim dapat ditangani,” harapnya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post