SAMPIT – Pasar Mungkikit yang berada di Jalan Antasari, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang pembangunannya tak kunjung selesai masih dilakukan audit oleh tim audit. “Terkait perkembangan Pasar Mangkikit sekarang masih dilakukan audit oleh tim auditor independen,” kata Bupati Kotim Halikinnor, Selasa 18 Januari 2022.
Dijelaskannya, tim audit saat ini sedang melakukan perhitungan dana yang digunakan untuk progres pasar itu. Sehingga pihaknya belum dapat memastikan kapan pembangunan Pasar Mangkikit itu rampung. “Untuk target rampungnya tergantung pelaksanaan auditnya. Tapi kalau memang pihak ketiga tetap tidak bisa menyelesaikan pasar itu akan kami ambil alih,” jelas Halikinnor.
Diungkapkannya, pihaknya tengah membentuk perusahaan daerah (Perusda) untuk mengelola pasar termasuk Pasar Mangkikit nantinya jika memang telah diambil alih oleh Pemkab Kotim. Pasalnya sejauh ini pasar dikelola oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kotim dan dinilai tidak fokus dalam pengelolaannya. “Dan saya membentuk perusahaan daerah untuk mengelola seluruh pasar. Karena saat ini pasar dikelola oleh Disperindag tapi saya lihat kurang fokus, karena banyak tupoksi lain,” ujarnya.
Pihaknya berharap dengan adanya Perusda itu, pasar yang ada di Kotim dapat dikelola dan tumbuh dengan baik. Sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi di wilayah yang menjadi barometer daerah lain di Kalimantan Tengah (Kalteng). Karana Perusda itu nantinya yang akan melakukan pendanaan untuk pembangunan pasar dengan cara meminjam dana kepada perbankan.
“Saya mau Perusda itu dia bisa pinjam dana di bank untuk pembangunan pasar itu sampai selesai dan fungsional. Kami tidak mau mengambil alih kalau belum jelas, karena itu berkaitan dengan hukum, jadi harus diaudit dulu,” tegas Halikinnor.
Diketahui pembangunan pasar ditandai dengan peletakan batu pertama pada 22 Februari 2015 lalu. Pembangunan pasar itu diperkirakan akan menghabiskan dana lebih dari Rp20 miliar. Pasar tersebut akan dibangun tiga lantai dengan kapasitas 578 kios. Namun hampir tujuh tahun ini pembangunan tersebut belum rampung juga dan masih berbentuk kerangka.
(dev/matakalteng.com)






















Discussion about this post