SAMPIT – Kasus HIV dan AIDS yang masih terbilang cukup tinggi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ternyata penderitaannya didominasi oleh usia produktif atau usia emas.
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kotim Asikin Arpan mengatakan dari jumlah 34 kasus HIV dan 19 kasus AIDS sejak Januari hingga Oktober 2021 ini, ada sebanyak 29 kasus bagi usia produktif atau sekitar 85,32 persen dan sisanya yaitu 5 kasus pada usia diatas 50 tahun. “29 itu terdiri dari laki-laki usia 5-14 tahun sebanyak 1 orang dan usia 25-49 tahun ada 15 orang. Sementara untuk usia 20-24 ada 2 orang dan 25-49 terdapat sebanyak 11 orang berjenis kelamin perempuan,” katanya, Kamis 2 Desember 2021.
Melihat jumlah tersebut maka para generasi tersebut perlu diberi pemahaman terkait HIV dan AIDS secara komprehensif. Hal ini juga sesuai dengan keputusan lima Menteri yakni Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama dan Menteri Sosial yaitu tentang program Millennium Development Goals dimana pada usia 15-24 tahun harus mengetahui tentang HIV dan AIDS. “Kita harus menjaga dan selamatkan sekarang generasi penerus bangsa, sehingga kedepan jangan sampai dari usia emas ini sampai tertular,” imbuhnya.
Sementara dr. Nelmawati salah satu dokter yang menangani penderita HIV dan AIDS di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit mengatakan pihaknya pasien yang mereka layani rat-rata ada usia produktif meski ada sebagian dari ibu rumah tangga namun itu jumlahnya sangat sedikit. “Total ada 180 pasien rutin yang sampai saat ini rutin konsultasi dan mengambil obat tiap bulan kepada kami, kalau per hari 5-6 orang, dan sebagian besar adalah usia produktif,” sebutnya.
Disebutnya salah satu penyebab banyaknya usia produktif terjangkit HIV ini lantaran adanya pergaulan bebas. Meskipun sejauh ini pemerintah daerah terus melakukan sosialisasi terkait bahayanya penyakit tersebut, namun tetap saja kasus tersebut masih ditemukan dikalangan tersebut. “Kebanyakan dari pelajar itu disebabkan pergaulan yaitu lelaki sek lelaki (LSL) karena di Kotim lumayan banyak. Jadi mereka itu diantaranya pelajar SMA yang hampir lulus dan mahasiswa yang positif. Jadi orangtua harus memperhatikan betul pergaulan anaknya untuk mencegah ini,” tutupnya.
(dev/matakalteng.com)






















Discussion about this post