• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Selasa, 9 Juni 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » HM Arsyad dan Letkol Hasyim Djafar Duet Pahlawan Sejati Asal Kotim

HM Arsyad dan Letkol Hasyim Djafar Duet Pahlawan Sejati Asal Kotim

Rabu, 10 November 2021
in Kotawaringin Timur
A A
FOTO : IST/MATA KALTENG - Pengadilan Negeri Sampit saat melakukan ziarah di Taman Makam Pahlawan, Sampit, Kotim.

FOTO : IST/MATA KALTENG - Pengadilan Negeri Sampit saat melakukan ziarah di Taman Makam Pahlawan, Sampit, Kotim.

Share on FacebookShare on Twitter

SAMPIT – Bangsa kita tak pernah melupakan peristiwa bersejarah dan berdarah pada 10 November 1945, di mana Indonesia baru merdeka ternyata kolonial Belanda alias penjajah tak rela Indonesia merdeka dengan membonceng tentara sekutu yang melucuti tentara Jepang dan kalah pada perang dunia ke II yg berada di wilayah Indonesia.

Ternyata NICA yang merupakan pasukan dari kolonial Belanda memanfaatkan untuk kembali menguasai dan melanjutkan penjajahannya. Sehingga terjadi pecah perang dimana mana di kawasan seluruh indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan dan mengusir tentara Sekutu dan NICA sebagai biang kerok. Salah seorang cucu dari salah satu Pahlawan di Kotawaringin Timur (Kotim) yakni Gumarang mengatakan, begitu juga terjadi perlawanan di tanah Borneo, yaitu daerah Kalimantan Tengah (Kalteng) khususnya Kotim.

Baca juga berita lainnya

Antisipasi Genangan Jelang Penerbangan Perdana Super Air Jet, Bandara H Asan Perkuat Koordinasi dengan Pemkab Kotim

Belanja Pegawai 30 Persen APBD Bakal Ditinjau, Daerah Minta Pemerintah Pusat Perhatikan Beban PPPK

Sempat Tertunda Karena Cuaca, Penerbangan Super Air Jet Diharapkan Perkuat Konektivitas Kotim, Seruyan dan Katingan

Dishub Kotim Minta Warga Laporkan Truk Besar yang Masih Melintas di Dalam Kota

Hal tersebut ujarnya, tak lepas peran dari duet dua tokoh pejuang yang berlatar belakang berbeda tersebut, yaitu HM.Arsyad sebagai perintis kemerdekaan, tokoh pejuang dan penggerak kemerdekaan asal Samuda berlatar belakang Ulama sebagai sahabat karibnya Cokro Aminoto dan Letkol Hasyim Djafar yang berlatar belakang ketentaraan sebagai sahabat karibnya Bung Tomo sang Djenderal di medan perang atau sang Bapak Pahlawan Nasional 10 Nopember.

Kemudian cucu HM.Arsyad yang bernama H.Madjekur Maslan yang juga seorang pejuang kemerdekaan pernah dibuang dan ditahan di Penjara Nusa Kambangan di kawinkan dengan anak Letkol Hasyim Djafar yang bernama Hj.Misbah HD. “Setelah H Madjekur Maslan dan saudaranya Baderun Maslan keluar dari penjara nusa kambangan karena hasil perundingan konfrensi meja bundar antara Indonesia dan Kolonial Belanda, sehingga perkawinan cucu dan anak dua tokoh sentral perjuangan tersebut menambah hubungan kental kedua tokoh tersebut,” kata Gumarang, Rabu 10 November 2021.

Akibat adanya perlawanan dari rakyat Kotim yang dimotori oleh HM Arsyad, Hasyim Djafar, Baidawi Udan, Baderun Maslan, Majeur Maslan, H.Umar Hasyim, T K lewoh dan pejuang lainnya mendirikan Markas Resimen Tentara Keamanan Rakyat dan Badan Pemberontakan Republik Indonesia atau disingkat TKR/BPRI Sampit Kotim. “Hal ini dibawah Pimpinan Letkol Hasyim Djafar yang bermarkas sekarang menjadi museum kayu jalan S.Parman Sampit, dan berdirinya resimen tersebut setelah adanya upaya kolonial Belanda masuk kembali akibat Jepang kalah perang Dunia II dan menyerah tanpa syarat dengan Sekutu pada tanggal 15 agustus 1945,” tegasnya.

Kemudian pada tanggal 29 september 1945 Sekutu melaksanakan haknya melucuti tentara tentara jepang yang dianggap penjahat perang. Untuk melaksanakan pelucutan tentara jepang tersebut sekutu yang diwakili pasukan Inggris datang Ke Indonesia yang diboncengi oleh tentara NICA, ternyata NICA bermaksud jahat ingin mengembalikan Indonesia ke kolonial belanda, dengan memperalat pasukan sekutu.

Akibat adanya upaya masuknya kolonial Belanda melalui tentara sekutu tersebut atau disebut AFNEI terjadi pertempuran dimana mana di Indonesia untuk mengusir Kolonial Belanda Kembali, termasuk di Kotim pada waktu itu. “Sejak saat itulah  Markas Resimen TKR/PBRI Sampit Kotim dengan Pimpinan Letkol Hasyim Djafar yang didukung oleh batalyon samuda sebagai Danyon Ali Badrun Maslan dan terdiri dari tujuh kompi TKR yaitu Kompi I wilayah Samuda dengan Danton Tasman Djunaid, Kompi II wilayah Kuala Pembuang sebagai Danki Abdullah Anang Basar,  kompi III wilayah Mendawai sebagai Danki Ibung Bayan, kompi IV wilayah Pagatan Haji Saadilah, kompi V wilayah Pembuang Hulu sebagai Danki Maseri Segap, Kompi VI wilayah Tumbang Samba sebagai Danki Matseh, kompi VII wilayah Kasongan sebagai Danki Saifudin,” sebutnya.

Maka lanjut Gumarang, terjadilah pertempuran pasukan TKR/BPRI dengan Kolonial Belanda (NICA) dimana mana daerah Kotim masa lalu diantaranya di Sampit,di Samuda, Tumbang Manjul dan Sungai Manahan Seruyan Tengah. Khususnya pertempuran di Daerah Tumbang manjul Pimpinannya Kapten Muljono yang ditugaskan dari TKR/BPRI pusat,kemudian pertempuran di sungai Manahan Seruyan tengah dipimpin oleh Mayor penerbang Cilik Riwut merupakan  pasukan MN.1001.Angkatan Udara yang diterjunkan di Sambi Seruyan yang diutus oleh Pemerintah pusat. “Namun sayangnya sampai sekarang nama Hasyim Djafar sebagai tokoh sentral pejuang kemerdekaan namanya belum di abadikan oleh pemerintah daerah untuk nama jalan atau nama pada fasilitas umum lainnya sebagai bentuk penghargaan dan perhormatan serta mengenang nama pahlawan secara nyata,” ungkapnya.

Begitu juga ujarnya, seharusnya terhadap pejuang pejuang lainnya, karena mereka tak pernah minta jabatan,kedudukan kemewahan,sekalipun mereka kadang harus menderita dengan keluarga dan keturunannya, sekalipun Indonesia sudah merdeka.

(dia/matakalteng.com)

Share10Tweet6SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Ini Target Ops Zebra Telabang 2021

Next Post

Dewan Dukung Vaksinasi pada Anak

Berita Terkait

Kotawaringin Timur

Antisipasi Genangan Jelang Penerbangan Perdana Super Air Jet, Bandara H Asan Perkuat Koordinasi dengan Pemkab Kotim

Selasa, 9 Juni 2026
Kotawaringin Timur

Belanja Pegawai 30 Persen APBD Bakal Ditinjau, Daerah Minta Pemerintah Pusat Perhatikan Beban PPPK

Selasa, 9 Juni 2026
Kotawaringin Timur

Sempat Tertunda Karena Cuaca, Penerbangan Super Air Jet Diharapkan Perkuat Konektivitas Kotim, Seruyan dan Katingan

Selasa, 9 Juni 2026
Kotawaringin Timur

Dishub Kotim Minta Warga Laporkan Truk Besar yang Masih Melintas di Dalam Kota

Selasa, 9 Juni 2026
Kotawaringin Timur

Penantian 21 Tahun Menuju Kepastian, Pemkab Kotim Siapkan Hibah Lahan untuk Hindu Kaharingan

Selasa, 9 Juni 2026
Kotawaringin Timur

Drainase Ujung Bandara H Asan Jadi Perhatian, Bupati Ingin Runway Bebas Genangan

Selasa, 9 Juni 2026
Load More
Next Post

Dewan Dukung Vaksinasi pada Anak

DPRD Pulpis Apresiasi Kejaksaan Dalam Mengawal Dana Desa

Legislator ini Minta Masyarakat Turut Awasi Pembangunan di Daerah

Vaksinasi Nakes di Kota Palangka Raya Capai 100 Persen

Algrin Gasan Minta Pemkab Kapuas Konsisten Terapkan PP 49 Tahun 2018 terkait Tekon 

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Polda Kalteng Ungkap 121 Kasus Kejahatan Jalanan Selama 2026, 233 Tersangka Berhasil Diamankan

Sabtu, 30 Mei 2026

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026

Gubernur Kalteng Lantik Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Selasa, 26 Mei 2026

Damkar Kotim Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiara, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Sabtu, 23 Mei 2026

Kapasitas Pesawat Tetap Full 180 Penumpang, Super Air Jet Kurangi Bagasi Gratis

Selasa, 19 Mei 2026

Drainase Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorotan di Tengah Banjir Perkotaan Kotim

Selasa, 19 Mei 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12225 shares
    Share 4890 Tweet 3056
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5948 shares
    Share 2379 Tweet 1487
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4268 shares
    Share 1707 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3798 shares
    Share 1519 Tweet 950
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3617 shares
    Share 1447 Tweet 904
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2782 shares
    Share 1113 Tweet 696
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2363 shares
    Share 945 Tweet 591
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK