SAMPIT – Bagi pelajar sekolah tatap muka adalah hal yang sangat di dambakan, karena selain bisa lebih konsen mengikuti pejaran juga bisa bercanda gurau dengan teman satu kelas.
Namun selama pandemi itu tidak bisa dilaksanakan guna mengantisipasi penyebaran Covid-19. Bersyukur saat ini kasus semakin melandai dengan semakin taatnya masyarakat menerapkan protokol kesehatan dan juga vaksinasi untuk membentuk anti bodi dan menjaga imunitas.
Nurul Ariabi (16), merupakan salah satu siswa SMA Negeri 4 Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang semangat mengikuti vaksinasi Covid-19.
Nurul sapaan akrabnya semangat mengikuti vaksinasi yang digelar sekolahnya itu, dengan harapan belajar tatap muka bisa segera digelar. Sebab selama ini pandemi Covid-19 memaksa dirinya berkomunikasi melalui aplikasi Zoom saat belajar.
“Belajar di rumah kurang konsen, selain itu berkomunikasi dengan teman-teman juga terbatas. Makanya saya sangat berharap dengan semua divaksin, belajar di kelas bisa kembali normal,” kata Nurul, Sabtu 16 Oktober 2021.
Keinginan yang disampaikan Nurul itu bukan tanpa sebab. Selama menjadi siswi SMA Negeri 4 Sampit, ia belum pernah merasakan belajar di kelas.
Selama ini, Nurul hanya bertemu guru dan teman sekelasnya secara virtual. Nurul yang kini duduk di keas IX hanya kenal beberapa teman kelasnya saja. Itu pun berkenalan saat mengumpulkan tugas mingguan.
“Jadi memang tidak ada interaksi. Setelah ngumpulin tugas langsung pulang,” ujar dia.
Nurul sangat berharap bisa merasakan suasana belajar dalam kelas. Ia mengaku, rindu belajar tatap muka yang disebutnya lebih asik.
“Lebih asik saja, karena kita belajar benar-benar kumpul bareng temen dalam satu kelas,” katanya.
Kepala Dinas Kesehata Kabupaten Kotim Suparmadi menyebutkan, bahwa tidak hanya murid yang rindu pembelajaran tatap muka (PTM), MB para guru dan staf sekolah pun hendak digelar belajar tatap muka.
Menurutnya, tugas guru bukan hanya mengajar, melainkan juga mendidik siswa. Tugas kedua itu, kata dia, perlu dilakukan secara tatap muka.
Terutama untuk kelas IX belum pernah merasakan belajar dalam kelas, ngumpul bareng dengan teman-teman sekelasnya.
Oleh karena itu, ia berharap vaksinasi Covid-19 bagi para pelajar bisa mencapai target sasaran. Sehingga pelaksanaan tatap muka bisa berjalan di Kotim.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi mengatakan ada sebanyak 2.255 pelajar yang sudah menerima vaksinasi Covid-19. Dengan total 11 sekolah yang mengikuti vaksinasi ini, seperti SMAN 2 Sampit, SMAN 1 Sampit, SMAN 1 Cempaga, dan SMK 1 Cempaga. Sekolah yang menjadi target vaksinasi ini tidak hanya di dalam kota, tapi juga luar Kota Sampit.
Sementara, data yang mereka dapat mengenai pelajar yang menjadi sasaran vaksinasi ada sekitar tujuh ribu pelajar SMA sederajat.
Menurutnya pelaksanaan vaksinasi pelajar ini tergantung pada stok vaksin yang tersedia, karena itu ia berharap alokasi vaksin lancar dan mencukupi untuk diberikan bagi pelajar.
Untuk vaksinasi pelajar saat ini menggunakan vaksin jenis Sinovac yang sudah teruji klinik dan aman digunakan bagi remaja usia 12 tahun ke atas.
Dinkes Kotim saat ini memprioritaskan pelajar SMA sederajat untuk mendapatkan vaksinasi, apabila stok vaksin masih ada maka selanjut pelajar tingkat SMP yang akan menjadi target vaksinasi.
Diharapkan dengan semakin digencarkannya vaksinasi pelajar ini, diharapkan bisa program percepatan vaksinasi sudah bisa menyentuh kalangan pelajar, serta untuk mendukung kelancaran PTM terbatas di Kotim.
Berdasarkan data Dinkes, di Kotim ada sebanyak 48 sekolah tingkat menengah atas, terdiri dari 24 SMA dan 24 SMK. Dengan jumlah pelajar sebanyak 8.124 pelajar SMA dan 7.875 pelajar SMK.
(fi/matakalteng.com)



