SAMPIT – Dinyatakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotawaringin Timur (Kotim), hingga saat ini hanya ada satu pasien Covid-19 yang meninggal dunia dan sudah menjalani vaksinasi di Kotim.
Pelaksanaan vaksinasi memang tidak menjamin seseorang akan terhindar dari virus Covid-19, namun vaksinasi membantu meningkatkan kekebalan tubuh manusia dari serangan virus. “Hanya ada satu orang yang meninggal dunia dan sudah divaksin dua kali, yaitu salah satu dokter di RSUD dr Murjani Sampit,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi, Senin 11 Oktober 2021.
Sementara itu Umar menyebutkan, saat ini pihaknya belum dapat memastikan pasien yang masih terkonfirmasi positif Covid-19 apakah lebih banyak yang sudah divaksin atau belum. “Karena saat ini kasus di Kotim sudah melandai, saya belum bisa memastikan pasien yang tersisa ini sudah divaksin apa belum,” ungkapnya.
Sebelumnya, Pimpinan teknis Covid-19 WHO, Maria Van Kerkhove menuturkan ketimpangan akses vaksinasi dapat menyebabkan kematian yang sia-sia. Padahal, lanjut Kerkhove, data vaksin Covid-19 menyatakan bahwa vaksin merupakan hal yang aman dan efektif untuk mencegah rawat inap maupun kematian.
Kerkhove mengatakan bahwa meningkatkan akses vaksin akan membantu mengurangi kematian akibat Covid-19 dan rawat inap. Pasalnya saat ini dunia telah mencatat angka kematian terkait virus tersebut mencapai nyaris 5 juta kematian. Bahkan pejabat kesehatan Amerika Serikat juga menyatakan hal serupa. Mereka menyebut hampir semua kematian nasional karena Covid-19 terjadi pada pasien yang tidak vaksin.
Pada 10 September lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mengatakan pasien yang tidak vaksin lebih rentan meninggal karena Covid-19 dengan kemungkinan 11 kali lipat. Selain itu, orang yang tidak vaksin juga memerlukan rawat inap dengan kemungkinan 10 kali lipat lebih rentan. Sementara itu, tingkat kerentanan orang yang tidak vaksin akan tertular virus secara keseluruhan mencapai 4,5 kali lipat.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post