NANGA BULIK – Percepatan program vaksinasi menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau untuk mewujudkan herd immunity atau kekebalan kelompok di tengah masyarakat. Namun, dengan keterbatasan alokasi vaksin menjadi salah satu faktor masih belum tercapainya target vaksinasi di Kabupaten Lamandau.
Belum lama ini, Bupati Lamandau, Hendra Lesmana juga telah menyurati Menteri Kesehatan RI untuk meminta alokasi vaksin dalam rangka mempertahankan Lamandau yang saat ini berada di level 2 dan akan berupaya menekan ke level 1 bahkan sampai ke zona hijau.
Bupati Lamandau menyatakan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro sangat memengaruhi atau terbukti mampu menekan sebaran Covid-19 di Kabupaten Lamandau. “Berbicara tentang PPKM skala mikro, Kabupaten Lamandau ini bisa dikatakan skala mikronya Kalimantan Tengah. Tentu, dengan target vaksinasi yang hanya 75 ribu warga, sebenarnya tidak terlalu berat jika memang vaksinnya tersedia,” ungkapnya, Senin 11 Oktober 2021.
Dirinya berharap Pemerintah Provinsi juga bisa mendorong pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan untuk dapat memprioritaskan alokasi vaksin untuk Kabupaten Lamandau. “Insya’allah Kita (Kabupaten Lamandau), siap untuk dijadikan percontohan herd immunity khususnya di Kalteng,” ujarnya.
Seperti diketahui, dari target 75 ribu warga Kabupaten Lamandau, baru sekitar 30 ribu lebih yang sudah tervaksin. Itupun baru vaksin tahap pertama. Sedangkan warga yang sudah tervaksin tahap kedua baru mencapai sekitar 17 ribu.
(Btg/matakalteng.com)






















Discussion about this post