SAMPIT – Ada sebanyak 12.076 masyarakat yang menganggur di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada tahun 2020. Jumlah itu mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2019.
“Jumlah itu meningkat dibandingkan pada tahun 2019 lalu, yaitu 10.287 jiwa. Sehingga, mengalami peningkatan sebesar 17,39 persen,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kotim, Ramadansyah, Jumat 5 Februari 2021.
Dikatakannya, peningkatan angka pengangguran ini terjadi secara nasional yang disebabkan dampak dari pandemi Covid-19. Karena hampir sebagian besar usaha diberbagai sektor mengalami penurunan omzet sehingga tidak sedikit karyawannya di rumahkan. Tingkat pengangguran itu lebih didominasi dari pendidikan menengah atas SMA/SMK bahkan perguruan tinggi yaitu Diploma dan Sarjana.
Kuat dugaan bahwa pengangguran di kategori tersebut adalah angkatan kerja dari kalangan ekonomi menengah-atas yang cenderung menunggu pekerjaan yang sesuai dibandingkan berwirausaha. Selain itu pada tahun 2020 terjadi peningkatan jumlah PHK yang relatif banyak terjadi pada pekerja dengan tingkat pendidikan menengah dan tinggi,” jelas Ramadhansyah.
Hal ini pun menjadi salah satu permasalahan dalam pembangunan daerah. Sehingga perlu dilakukan penyelesaian oleh pemerintah setempat.
(dev/matakalteng.co.id)





















Discussion about this post