SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih menghadapi tantangan dalam pemerataan akses internet. Berdasarkan data hingga April 2025, masih terdapat lima desa yang belum mendapatkan akses jaringan internet secara memadai atau berada dalam kondisi blank spot.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kotim, Cok Orda Putra Legawa, mengatakan kondisi geografis menjadi salah satu kendala utama dalam mempercepat pembangunan infrastruktur telekomunikasi di sejumlah wilayah.
“Data yang kami peroleh sampai April 2025, masih ada lima desa yang blank spot,” kata Cok Orda, Senin 27 Juli 2026.
Menurutnya, pembangunan jaringan di wilayah tertentu tidak selalu mudah dilakukan. Faktor geografis dan kondisi lapangan dapat menjadi hambatan dalam penyediaan infrastruktur telekomunikasi.
Kondisi tersebut membuat pemerintah harus mencari berbagai alternatif agar masyarakat di wilayah yang belum terjangkau jaringan tetap dapat memperoleh akses komunikasi dan informasi.
Salah satu upaya yang disiapkan adalah pemanfaatan perangkat internet berbasis satelit.
Cok Orda menyebut, berdasarkan informasi dari Diskominfo Provinsi Kalimantan Tengah, terdapat usulan pengadaan 66 paket Starlink pada tahun ini untuk mendukung konektivitas di sejumlah wilayah.
Dari jumlah tersebut, masih terdapat paket yang berpotensi diarahkan untuk mendukung kebutuhan akses internet di wilayah Kotim.
“Kami mendapat informasi dari Diskominfo Provinsi bahwa dari usulan 66 paket, masih ada bagian yang akan diarahkan untuk mendukung kebutuhan di daerah,” ujarnya.
Menurut Cok Orda, perluasan konektivitas internet menjadi bagian penting dari proses transformasi digital. Akses internet yang merata akan membuka peluang masyarakat untuk mendapatkan informasi, mengakses layanan publik, mengikuti pendidikan, hingga mengembangkan kegiatan ekonomi.
Bagi desa-desa yang selama ini mengalami keterbatasan jaringan, akses internet juga dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan potensi lokal.
Masyarakat dapat memanfaatkan teknologi untuk memasarkan produk, mengembangkan usaha, mengikuti pelatihan, serta memperoleh informasi yang sebelumnya sulit dijangkau.
Karena itu, Diskominfo Kotim terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pihak terkait agar persoalan blank spot dapat ditangani secara bertahap.
Cok Orda menegaskan, percepatan pemerataan jaringan harus disesuaikan dengan kondisi geografis dan kebutuhan masing-masing wilayah.
“Kita akan terus berupaya mempercepat pertumbuhan infrastruktur digital agar masyarakat di seluruh wilayah Kotim dapat memperoleh akses informasi dan teknologi,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)

















Discussion about this post