SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang rutin terjadi setiap tahunnya di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi perhatian pemerintah setempat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Yephi HP mengatakan, dalam waktu dekat ini akan mendirikan posko siaga karhutla yang biasanya didirikan di beberapa desa rawan terjadi karhutla.
“Posko karhutla belum kita dirikan, estimasinya kalau dari perintah Presiden Jokowi bulan Mei 2021 mendatang. Namun yang jelas kita juga melihat prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika,” ungkapnya, Sabtu 27 Februari 2021.
Meski musim kemarau di Kotim diprediksi masih jauh, namun peringatan dini dan persiapan pencegahan terjadinya kebakaran yang sulit dikendalikan harus dilakukan.
“Saat ini sudah dimulai proses persiapan, tapi untuk naik status masih belum,” tegasnya.
Persiapan yang dimaksud lanjut Yephi yakni sudah mulai mensosialisasikan bahaya membuka lahan dengan membakar, dan sebab akibat terjadinya karhutla.
Penanganan Karhutla menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Bahkan salah satu perintah Presiden Jokowi yakni prioritaskan pencegahan dan jangan sampai terlambat. Karena kalau sudah terlambat meski diguyur dengan water bombing sebanyak apapun, dari pengalaman sebelumnya sudah terlanjur sulit.
(dia/matakalteng.co.id)





















Discussion about this post