SAMPIT – Belakangan kecelakaan air sering terjadi di Sungai Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Bahkan hingga ada korban jiwa.
Kapolres Kotim, AKBP Abdoel Harris Jakin melalui Kasat Polairud AKP Junaldi mengatakan bahwa laka air sering kali terjadi di malam hari. Kecelakaan terjadi dinilai karena para pengemudi ces ataupun perahu jarang menggunakan alat pencahayaan untuk memberikan kode, bahwa ada alat transportasi air yang lewat atau berlalu lalang di perairan tersebut.
“Pertama alat keselamatan yang perlu dicek oleh Polairud Polres Kotim yaitu berupa life jacket atau baju pelampung yang harus ada di setiap kapal atau transportasi air lainya. Selain itu life ring buoy adalah cincin pelampung yang dipergunakan ketika seseorang jatuh ke sungai agar tetap bisa mengambang,” ujar Kasat Polairud Polres Kotim, AKP Junaldi, Sabtu 27 Februari 2021.
Dikatakan Junaldi, sebagian wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur belum bisa dilalui lewat jalur darat. Sehingga transportasi sungai masih menjadi andalan Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP).
Meski demikian, Ia mengimbau kepada pemilik kapal yang beroperasi di sungai untuk mencegah kecelakaan lakaair Dimalam hari
Harus lebih berhati-hati alat-alat penerangan wajib untuk angkutan pelayanan transportasi air
(adi/matakalteng.co.id)






















Discussion about this post