SAMPIT – Setelah beberapa hari rumah terendam banjir, akhirnya beberapa warga di Kecamatan Antang Kalang memutuskan untuk mengungsi. Lantaran air yang tidak kunjung surut, sehingga tidak memungkinkan rumah untuk di diami.
Warga yang terdampak membangun tenda di dataran yang lebih tinggi untuk mengungsi. Hal itu disampaikan oleh Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin melalui Kapolsek Antang Kalang Ipda Rino Heriyanto.
“Beberapa warga ada yang menbuat tenda sendiri untuk mengungsi,” ujarnya, Sabtu 12 September 2020.
Meski demikian, warga yang mengungsi terlihat memprihatinkan. Lantaran tenda dibangun seadanya menggunakan terpal milik warga.
Bahkan Rino mengatakan dirinya turut prihatin melihat kondisi warga saat pengecekkan langsung di lokasi banjir.
Saat ini diketahui, banjir di Kecamatan Antang Kalang yakni Desa Tumbang Kalang sebanyak 96 rumah, Tumbang Ramei 15 buah rumah, dan Desa Sei Puring 25 rumah.
Sedangkan, kepala keluarga yang terdampak dari banjir tersebut yakni Desa Tumbang kalang 30 KK, Desa Kuluk Telawang 20 KK, Desa Tumbang Manya 30 KK, dan Desa Sei Hanya 30 KK.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post