SAMPIT – Tuntutan ekonomi ditengah pandemi virus Corona semakin sulit, pasalnya hampir semua sektor ekonomi mengalami penurunan. Masyarakat terpaksa harus mencari ide kreatif demi mencukupi kehidupan sehari-hari disaat perekonomian kian anjlok.
Diyah, salah seorang pedagang kelontongan di kawasan Jalan Ki Hajar Dewantara Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengaku harus mencari ide bagus berjualan demi mempertahankan pendapatannya yang kian menurun sebagai pedagang akibat dampak Covid-19.
Ia memanfaatkan barang bekas untuk dijual kepada masyarakat, barang bekas itu berupa galon bekas ukuran sedang yang telah dibersihkan lagi untuk diolah menjadi penampung air pencuci tangan.
“Kalau mau beli pesan dulu baru dibuatkan. Karena yang dipajang ini sudah pesanan orang. Satu galon harganya Rp 20 ribu saja,” ungkap Diyah, Minggu 23 Agustus 2020.
Diyah menyebutkan, proses pemesanan juga berlangsung berhari-hari. Karena ia juga memesan galon itu dari kenalannya yang merupakan pengepul barang bekas. “Saat ini kita tidak bisa bikin dahulu, soalnya galon belum datang, hari Senin nanti baru ada,” tandasnya.
Pandemi virus korona yang saat ini membuat Kotim menjadi zona merah menjadi suatu kekhawatiran bagi sektor ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah telah menyalurkan pembagian sembako kepada warga yang tidak mampu terdampak Covid-19 akan mendapatkan bantuan.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post