SAMPIT – Langkanya masker saat mewabahnya Coronavirus atau Covid-19 tidak menyusutkan kreatifitas warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Pasalnya beberapa warga yang ikut pelatihan di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Nakertrans) Kursus Latihan Kerja (KLK) Kotim tengah menjahit masker yang terbuat dari kain sisa.
“Ide saya muncul berawal dari kelangkaan masker dan jika pun ada, harganya sangat mahal. Kasian, banyak masyarakat yang membutuhkan terlebih pada wabah Covid-19 ini. Kenapa tidak kami gunakan kemampuan untuk daerah? Inilah pertanyaan yang membuat kami bergerak,” kata Titin Purnawanti, Instruktur Penjahit Pakaian UPTD KLK Kotim.
Dalam sehari, mereka dapat menghasilkan 90 hingga 100 lembar masker. Beberapa orang siswa ikut berperan dalam pengolahan ini. Kegiatan pengolahan masker dimulai pada Jumat, 3 April 2020. Hingga sekarang sudah ada 350 lembar masker yang berhasil di produksi.
“Bahannya menggunakan kain sisa kegiatan terdahulu. Ada juga yang merupakan sumbangan dari teman-teman. Ini semua murni swadaya mandiri,” sebut Titin.
Terpisah, Salman Alpariji, Kasubag Tata Usaha Disnakertrans Kotim mengatakan, masker yang sudah di produksi akan di distribusikan kepada Tim Gugus Tugas Covid-19 Kotim, dan masyarakat yang membutuhkan.
“Tujuannya adalah membantu masyarakat dan tim medis serta gugus tugas. Sesuai instruksi dari Mentri Tenaga Kerja, Ida Fauziyah, untuk membuat APD, yakni masker. Semoga ini dapat membantu,” tutur Salman.
(shb/matakalteng.com)





















Discussion about this post