SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi meminta kepada Sekertaris Daerah (Sekda) setempat untuk terus mengawasi siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) 1 Sampit yang berprestasi menemukan obat alternatif diabetes dari akar kayu talaban.
“Saya kemarin sudah minta kepada pak Sekda tolong diawasi terus mereka. Mengawasi disini bukan menakut-nakuti melainkan memperhatiakan apa yang mereka butuhkan dan perlukan untuk perkembangan hasil temuannya,” jelasnya, Selasa 10 Maret 2020.
Ia juga mengatakan temuan obat alternatif diabetes ini merupakan prestasi dari masyarakat Kotim, sehingga Pemerintah Daerah (Pemda) berkewajiban untuk membantu siswi tersebut, baik dari segi dana maupun keperluan lainnya.
Ini dimaksudkan agar para pelajar berprestasi ini tidak mengalami kendala dalam membawa nama baik Kotim maupun Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) ke kancah internasional.
“Karena ini prestasi dari masyarakat Kotim. Jadi Pemda yang berkewajiban membantu. Jangan sampai terjadi kendala cuma karena dana yang tidak terlalu besar membuat mereka tidak dapat melaju ke kancah internasional karena kurangnya perhatian dari Pemerintah,” terang Supian Hadi.
Orang nomor satu di Bumi Habaring Hurung ini juga menegaskan bahwa dirinya siap untuk menanggung keperluan mereka jika Pemda setempat tidak dapat membantu karena kurangnya biaya. “Kalau Pemda tidak ada dana buat mereka, saya siap buat bantu mereka,” tegasnya.
Untuk diketahui, tiga siswi MTSN 1 Sampit, menemukan obat diabetes alternatif dari akar kayu laban. Temuan tersebut mengantarkan mereka ke kompetisi science di Turki pada Oktober mendatang.
Ketiga siswi berprestasi tersebut, yakni, Hanuf Nurwiyanti, Nidauljannah, dan Selvizah Lailatul Jannah, siswi kelas VIII MTSN 1 Sampit.
Penemuan mereka sebelumnya diikutsertakan dalam ajang National Science and Engineering Competition (NSEC) 2020 yang diselenggarakan oleh Indonesia Scientific Society (ISS) dan berhasil meraih juara 1.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post