PANGKALAN BUN – Jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) menghantarkan ilmuwan konservasi orangutan dunia, Prof. Dr. Birute Mary Galdikas ke peristirahatan terakhir, Rabu 15 April 2026.
Prosesi pemakaman dilaksanakan secara adat Dayak setelah jenazah disemayamkan di rumah duka keluarga di Jalan Topar, Desa Pasir Panjang, sejak Senin lalu. Wakil Bupati Kobar Suyanto, bersama jajaran pemerintah daerah turut hadir dalam prosesi tersebut sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada tokoh yang dikenal luas atas dedikasinya dalam penelitian dan pelestarian orangutan.
Dalam kesempatan itu, Suyanto menyampaikan belasungkawa mendalam atas nama Bupati dan seluruh masyarakat Kobar. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk melanjutkan perjuangan yang telah dirintis almarhumah selama puluhan tahun.
“Perjuangan beliau belum selesai, sejak penelitian dimulai pada 1971, sepanjang hidupnya beliau mengabdikan diri untuk ilmu pengetahuan, sehingga meninggalkan ilmu dan pelajaran berharga bagi dunia,” ujarnya.
Suyanto menegaskan penelitian yang dilakukan Prof. Birute Mary Galdikas menjadi tonggak penting dalam dunia ilmu pengetahuan, khususnya dalam memberikan pemahaman baru mengenai kehidupan orangutan di habitat alaminya.
Penelitian tersebut turut berperan besar dalam meningkatkan kesadaran global terhadap pentingnya pelestarian satwa liar dan lingkungan. Lebih lanjut, Suyanto menyampaikan bahwa Pemkab Kobar bersama seluruh pemangku kepentingan terus berupaya menjaga kelestarian orangutan dan habitatnya, termasuk kawasan konservasi di Taman Nasional Tanjung Puting.
“Mari dukung sepenuhnya dan berikan apresiasi atas perjuangan beliau yang penuh integritas, konsistensi, dan kegigihan dalam memegang teguh prinsip keilmuan, berkat jasa besar beliau, kita dapat menikmati kelestarian Tanjung Puting, dan saat ini kesadaran publik juga terus meningkat untuk menjaga orangutan,” pungkasnya.
(lih/matakalteng)






















Discussion about this post