SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai memperkuat tata kelola data dari tingkat desa dengan mencanangkan program Desa Cinta Statistik (Desa CANTIK) Tahun 2026. Program tersebut disosialisasikan dalam kegiatan yang digelar di Aula Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Selasa, 14 April 2026.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kotim, Cokorda Putra Legawa, menegaskan bahwa desa memiliki peran penting sebagai sumber data utama dalam pembangunan daerah. Karena itu, peningkatan kapasitas aparatur desa dalam mengelola data dinilai menjadi langkah penting agar setiap kebijakan pembangunan benar-benar berbasis fakta di lapangan.
“Di era transformasi digital, data adalah elemen vital. Desa sebagai ujung tombak pembangunan harus mampu menghasilkan data yang akurat, mutakhir, dan terpadu agar kebijakan yang diambil tepat sasaran,” ujar Cokorda Putra Legawa, Rabu 15 April 2026.
Ia menjelaskan, melalui program Desa CANTIK yang diinisiasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS), perangkat desa diharapkan mampu lebih mandiri dalam mengelola statistik sektoral. Hal ini sekaligus menjadi upaya memperkuat ekosistem data daerah agar lebih terintegrasi dan mudah dimanfaatkan dalam perencanaan pembangunan.
Menurutnya, Diskominfo Kotim sebagai Walidata Daerah memiliki tanggung jawab untuk mengoordinasikan penyelenggaraan statistik sektoral di lingkungan pemerintah daerah.
“Hal itu juga sejalan dengan kebijakan nasional Satu Data Indonesia yang menekankan pentingnya integrasi dan standar pengelolaan data pemerintah,”ungkapnya.
Dengan adanya program ini, desa yang menjadi lokus pelaksanaan diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengelolaan statistik yang baik. Kolaborasi antara BPS, pemerintah daerah, dan pemerintah desa juga menjadi faktor penting untuk memastikan data yang dihasilkan benar-benar berkualitas.
“Sinergi antara BPS, perangkat daerah, dan pemerintah desa menjadi kunci agar pengelolaan data di tingkat desa semakin baik. Dengan data yang kuat, pembangunan daerah bisa berjalan lebih efektif, efisien, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post