PANGKALAN BUN – Abrasi di pesisir Desa Keraya dan Desa Teluk Bogam, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat mendapat perhatian serius dari pemerintah kabupaten setempat. Ratusan geobag dibagikan kepada pemerintah desa Keraya dan Teluk Bogam.
Penyerahan bantuan geobag untuk penanganan darurat abrasi di dua desa tersebut diserahkan oleh Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah, Jumat 10 April 2026. Untuk diketahui bahwa geobag merupakan geotekstil dalam bentuk kantung yang nantinya diisi dengan pasir atau tanah sebagai metode alternatif dalam proteksi pantai yang rentan terhadap terusan gelombang laut.
Untuk melindungi pantai dari abrasi pemerintah kabupaten Kobar menyerahkan sebanyak 52 bok geobag atau setara dengan 300 kantong, yang dibagi untuk Desa Keraya sebanyak 100 kantong dan Desa Teluk Bogam sebanyak 200 kantong. Bupati Hj. Nurhidayah menyampaikan bantuan geobag merupakan langkah penanganan darurat yang sangat penting untuk melindungi wilayah pesisir dari ancaman abrasi yang terus terjadi.
“Bantuan geobag ini adalah langkah penanganan darurat yang sangat krusial, alat ini dirancang untuk meredam energi ombak dan menahan laju abrasi di titik-titik yang paling rawan,” ujarnya. Namun demikian, ia menegaskan efektivitas penggunaan geobag sangat bergantung pada keterlibatan seluruh pihak, khususnya masyarakat setempat. Keterlibatan masyarakat sangat penting untuk memfungsikan secara maksimal geobag.
Pengisian geobag dengan material pasir atau tanah harus dilakukan secara gotong royong, yang melibatkan masyarakat, pemerintah desa setempat, dan pemerintah daerah melalui BPBD Kobar. “Saya meminta agar proses pengisian dan penyusunan geobag ini nantinya dilakukan bersama-sama, bahu-membahu antara Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa dan seluruh elemen masyarakat, jadikan momen ini sebagai simbol persatuan kita dalam menjaga kampung halaman,” tegasnya.
Selain upaya penanganan darurat, Hj. Nurhidayah mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran menjaga kelestarian lingkungan pesisir sebagai langkah jangka panjang dalam mengurangi risiko bencana. Penyerahan bantuan geobag diharapkan mampu menjadi solusi sementara dalam menahan laju abrasi sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kawasan pesisir di wilayah Kecamatan Kumai
“Ke depan, saya mengajak kita semua untuk tingkatkan kesadaran merawat ekosistem pesisir, seperti menciptakan dan menjaga kelestarian mangrove serta tidak membuang sampah sembarangan, sinergi antara pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat adalah kunci utama untuk mewujudkan desa tangguh bencana,” pungkasnya.
(lih/matakalteng)






















Discussion about this post