PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran menghadiri langsung Upacara Penyambutan Mahasiswa Baru Universitas Palangka Raya (UPR) dalam rangka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2025, yang digelar di halaman Rektorat UPR, Senin 11 Agustus 2025.
Kegiatan PKKMB ini diikuti oleh 3.531 mahasiswa baru dan berlangsung selama lima hari, mulai 11 hingga 15 Agustus 2025. Program ini merupakan tahap awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik, budaya organisasi, serta nilai-nilai etika dan kebangsaan di UPR.
Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran menekankan pentingnya pendidikan sebagai pilar utama dalam membangun generasi muda Kalimantan Tengah yang unggul dan berdaya saing. “Mahasiswa Kalteng harus berkarakter, memiliki adab dan sopan santun, berpikir kritis dan kreatif, serta selalu menjunjung tinggi falsafah Huma Betang dan Belom Bahadat,” ujarnya.
Gubernur juga mengajak para mahasiswa baru untuk aktif belajar, tidak hanya dari teori di ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi sosial, kegiatan organisasi, serta pengabdian kepada masyarakat. “Jadikan setiap tantangan sebagai peluang, setiap kegagalan sebagai pelajaran, dan setiap keberhasilan sebagai motivasi untuk terus maju. Jangan pernah lelah untuk belajar, berkarya, dan berinovasi,” pesan Gubernur penuh semangat.
Ia menegaskan bahwa generasi unggul harus memiliki empat fondasi utama, yaitu attitude (sikap), mindset (pola pikir), character (karakter), dan skill (keterampilan). Nilai-nilai ini dinilai penting untuk menjawab tantangan global dan menjadikan mahasiswa sebagai agen perubahan di masa depan.
Pada akhir acara, Gubernur Agustiar Sabran melakukan prosesi pemasangan jaket almamater secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa baru sebagai tanda resmi bergabungnya mereka ke lingkungan akademik UPR. Selain itu, Gubernur juga melepas secara resmi mahasiswa Comodo Mapala Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPR yang akan melaksanakan Ekspedisi Pendakian ke Bukit Raya, salah satu puncak tertinggi di Kalimantan.

Sementara itu, Gubernur Agustiar Sabran juga memberikan motivasi dan pesan inspiratif kepada para mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2025, yang digelar di Aula Utama UIN Palangka Raya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menekankan pentingnya niat, tekad, keberanian, dan usaha dalam menentukan kesuksesan hidup. “Takdir tidak bisa diubah, tapi nasib bisa. Yakin dan semangat itu awal dari keberhasilan. Selama ada kemauan dan keberanian, semua bisa dilakukan. Tapi tetap harus berusaha, berikhtiar. Selebihnya, Tuhan yang menentukan,” ujar Gubernur.
Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk bijak dalam memilih lingkungan pergaulan. Menurutnya, kesuksesan sangat dipengaruhi oleh lingkungan, sehingga generasi muda harus menjauhi narkoba, pergaulan bebas, hoaks, judi online, dan paham radikal. “Semua orang bisa jadi guru, semua tempat bisa jadi sekolah. Tapi tidak semua bisa jadi pedoman. Kita harus pandai memilih,” tambahnya.
Gubernur Agustiar Sabran juga menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua dan menjaga nilai-nilai spiritual, termasuk dengan memperhatikan makna salat dan membaca Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Tak lupa, Gubernur menyampaikan bahwa generasi unggul harus memiliki empat modal utama, yakni attitude (sikap), mindset (pola pikir), character (karakter), dan skill (keterampilan).
“Dalam hidup ini, jangan mudah menyerah. Karakter, mindset, dan attitude adalah modal dasar untuk berhasil,” tegasnya. Lebih lanjut, Gubernur menyampaikan bahwa pendidikan adalah prioritas utama Pemprov Kalteng. Salah satu bentuk komitmen tersebut adalah Program 1 Rumah 1 Sarjana, yang bertujuan memberi kesempatan anak-anak di pedalaman untuk mengenyam pendidikan tinggi.
“Saya tidak ingin melihat anak-anak di pedalaman tidak bisa kuliah. Karena itu, kami luncurkan program 1 Rumah 1 Sarjana,” jelasnya. Selain itu, ia menegaskan pentingnya efisiensi birokrasi dalam Program 10.000 Kuliah Gratis, agar bantuan pendidikan benar-benar diterima oleh yang berhak, terutama mereka yang berdomisili di Kalimantan Tengah.
Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, yang juga hadir dalam kegiatan ini, mengapresiasi kepedulian Gubernur terhadap pendidikan. Ia menyampaikan bahwa tidak semua anak memiliki kesempatan untuk kuliah, sehingga mahasiswa diminta bersyukur dan bertanggung jawab. “Pak Gubernur sangat peduli pada pendidikan. Jangan sampai ada masyarakat di Kalteng yang tidak sekolah. Mahasiswa tidak hanya harus cerdas, tapi juga beretika dan punya karakter,” ungkapnya.
Sebelumnya, Rektor UIN Palangka Raya, Prof. Ahmad Dakhoir, menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Kalteng atas peran aktif dalam proses transformasi dari IAIN menjadi UIN. “Alih bentuk IAIN menjadi UIN Palangka Raya tidak lepas dari dukungan Pemprov, mulai dari Bapak H. Sugianto Sabran hingga Bapak Gubernur H. Agustiar Sabran,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan bahwa UIN Palangka Raya kini termasuk dalam jajaran perguruan tinggi unggulan di Kalimantan Tengah dan siap terus bekerja sama dengan Pemprov Kalteng dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. “Insya Allah, kami akan terus bersinergi dengan Pemprov Kalteng untuk mendukung semangat mencari ilmu,” pungkasnya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post