PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya menunjukkan langkah sigap dalam menangani dampak kebakaran yang belakangan ini sering terjadi di wilayahnya. Melalui program bantuan perbaikan rumah bagi korban kebakaran, Pemko memberikan bantuan maksimal senilai Rp 12 juta per rumah.
Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, memberikan apresiasi tinggi atas respons cepat ini. Menurut Khemal, kehadiran bantuan tersebut sangat berarti dan menjadi bukti nyata perhatian pemerintah kepada masyarakat yang terdampak.
“Kita menyambut baik, dan Alhamdulillah, itu apresiasi yang luar biasa. Langkah cepat dari pak wali ini memang sangat dibutuhkan dalam situasi darurat seperti sekarang,” ujar Khemal, Senin 11 Agustus 2025. Khemal juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana yang meningkat selama masa pancaroba.
Dia menegaskan bahwa Palangka Raya, yang merupakan wilayah gambut, sangat rentan terhadap kebakaran saat musim kemarau dan banjir saat musim hujan. “Kita ini wilayah gambut. Kalau kemarau, rentan terbakar. Kalau musim hujan, rawan banjir, apalagi jika Sungai Rungan meluap. Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai tentu lebih rentan terdampak,” jelasnya.
Selain itu, Khemal mengimbau masyarakat untuk menjaga lingkungan dan menerapkan langkah antisipasi sederhana, seperti memastikan rumah dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. “Jangan tinggalkan HP dalam kondisi tercolok listrik saat keluar rumah. Ini langkah kecil yang bisa mencegah musibah besar,” tegasnya.
Bantuan yang diberikan Pemko ini menurut Khemal menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendukung pemulihan korban bencana sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk terus bersinergi dalam menghadapi potensi bencana yang datang. “Kita berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat terus ditingkatkan untuk mengantisipasi serta menangani bencana di kemudian hari,” pungkas Khemal.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post