PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) resmi menggelar acara Pengambilan Sumpah/Janji Juri Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Tahun 2025 di Aula Eka Hapakat, Lantai III Kantor Gubernur Kalteng, pada Rabu 14 Mei 2025. Acara ini dihadiri oleh Staf Ahli (Sahli) Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan (Ekeubang), Yuas Elko.
Mewakili Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng, Yuas Elko dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan FBIM 2025 merupakan bentuk nyata dukungan Pemprov Kalteng terhadap pelestarian budaya dan pengembangan sektor pariwisata daerah. Festival ini juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-68 Provinsi Kalimantan Tengah.
“Demi kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan FBIM tahun 2025 ini, sudah pasti diperlukan dukungan pihak-pihak yang terlibat. Salah satu pihak tersebut adalah Dewan Juri FBIM. Keterlibatan Juri pada FBIM sangatlah penting,” ujar Yuas. Lebih lanjut, Yuas menekankan pentingnya peran dan tanggung jawab para juri dalam menentukan juara dari setiap kegiatan lomba. Ia mengingatkan bahwa seorang juri harus menjunjung tinggi nilai-nilai netralitas, sportivitas, dan objektivitas dalam proses penilaian.
“Karena itu, sangat diperlukan Juri yang menjunjung tinggi netralitas, sportivitas, dan objektivitas demi menentukan pemenang yang kompeten dan layak untuk menjadi juara. Sehingga, seorang Juri juga harus memiliki integritas,” tegasnya. Acara ini juga ditandai dengan pengambilan sumpah/janji kepada 41 juri yang akan bertugas pada berbagai perlombaan di FBIM 2025. Pengambilan sumpah dipimpin langsung oleh Yuas Elko, didampingi Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalteng.
Dalam sumpah yang diucapkan, para juri menyatakan komitmennya untuk menjalankan tugas secara profesional dan objektif, serta diharapkan dapat memberikan sumbangsih terbaik demi terselenggaranya FBIM yang adil dan berkualitas. Festival Budaya Isen Mulang sendiri merupakan agenda tahunan yang menjadi ajang promosi budaya lokal Kalteng, memperkenalkan kekayaan tradisi kepada masyarakat luas, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata daerah.
(vi/matakalteng)





















Discussion about this post