PALANGKA RAYA – Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melakukan pemantauan terhadap 23 komoditas pangan di empat kabupaten/kota untuk memastikan kestabilan harga jelang Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN). Pemantauan ini dilakukan pada Kamis 17 April 2025 di Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kapuas, dan Sukamara.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalteng, Agus Candra, menyampaikan bahwa secara umum tidak ditemukan lonjakan harga yang melebihi batas toleransi.
“Kondisi harga pangan di Provinsi Kalimantan Tengah masih terjaga dengan baik dan stabil,” jelasnya, Sabtu 19 April 2025.
Dari hasil pantauan di Pasar Besar Palangka Raya, seluruh komoditas terpantau stabil. Namun, di pasar lainnya terdapat fluktuasi harga pada beberapa komoditas. Di Pasar Kahayan Palangka Raya, tercatat kenaikan harga cabai rawit sebesar 6,15%, sementara cabai keriting dan daging ayam justru mengalami penurunan harga masing-masing 3,63% dan 4,71%.
Di Pasar Blok R Kapuas, harga ikan bandeng naik cukup signifikan sebesar 15,71%, tetapi cabai rawit turun 3,45%, cabai merah besar turun 3,82%, dan daging ayam turun 11,59%.
Pasar Saik di Sukamara menunjukkan kenaikan pada cabai rawit (1,94%) dan cabai keriting (7,44%), namun bawang putih turun sebesar 1,03%. Komoditas lainnya tetap stabil.
Sementara itu, di Pasar PPM Kotim, tidak ditemukan kenaikan harga, namun daging ayam turun 2,48%. Di Pasar Keramat Sampit, beberapa penurunan harga cukup signifikan seperti bawang merah (21,6%), daging ayam (7,71%), serta telur ayam (2,32%).
Secara rata-rata di seluruh Provinsi Kalteng, komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain cabai rawit (0,48%), gula pasir (0,22%), minyak goreng kemasan (0,81%), tepung terigu curah (0,15%), garam (1,00%), daging sapi (0,09%), telur ayam (0,11%), ikan tongkol (0,83%), dan ikan bandeng (1,27%).
Adapun beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga adalah beras premium (0,01%), beras medium (0,04%), cabai merah besar (0,01%), cabai keriting (0,40%), bawang merah (0,79%), bawang putih (0,08%), minyak goreng curah (1,81%), daging ayam (3,37%), serta ikan kembung (0,64%) dan ikan kembung (0,51%).
“Pemantauan ini menjadi bagian dari upaya kami dalam menjaga stabilitas harga dan menjamin keterjangkauan pangan bagi masyarakat Kalteng,” tutup Agus Candra.
(vi/matakalteng)





















Discussion about this post