PALANGKA RAYA – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Provinsi Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung, menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, serta masyarakat dalam pengembangan ekonomi daerah.
Menurutnya, kerja sama yang erat menjadi kunci untuk memaksimalkan potensi Kalimantan Tengah, terutama di tengah perkembangan era digitalisasi saat ini. “Kita tidak bisa bekerja sendiri, harus ada kerja sama yang erat, terlebih di era digitalisasi ini. Media sosial dan peran influencer harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperkenalkan potensi wisata daerah,” ungkap Leonard, Minggu 2 Maret 2025.
Selain itu, Leonard juga menyoroti pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai daya tarik utama pariwisata. Ia menegaskan bahwa budaya adat Kalimantan Tengah yang kaya dan unik harus terus diperkenalkan dan dikembangkan sebagai identitas daerah yang dapat menarik minat wisatawan.
“Budaya kita harus ditonjolkan. Budaya adat Kalimantan Tengah bisa menjadi ciri khas yang menarik wisatawan. Ini harus menjadi daya tarik utama dalam pengembangan sektor pariwisata,” tambahnya. Leonard juga menekankan pentingnya peran industri kecil dan menengah (IKM) dalam mendukung ekosistem pariwisata.
Produk-produk unggulan daerah, seperti kerajinan rotan dan batik khas Kalimantan Tengah, diharapkan terus dikembangkan dan dipasarkan lebih luas agar dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. “Industri kecil dan menengah, seperti kerajinan rotan dan batik khas Kalteng, harus terus kita dorong. UMKM harus bersinergi dengan sektor pariwisata agar dapat berkembang bersama,” jelas Leonard.
Dengan memperkuat kolaborasi antara berbagai pihak, Leonard optimis bahwa ekonomi Kalimantan Tengah dapat berkembang pesat, dengan sektor pariwisata dan produk lokal sebagai pilar utama yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post