SAMPIT – Guna memberikan dukungan bagi pelaku UMKM khususnya di Kabupaten Kotawaringin Timur, pemerintah setempat memberikan ruang bagi para pelaku UMKM untuk berjualan di bazar pasar Ramadan dan mematok harga yang sangat murah untuk penyewaan tenda.
“Karena kami tidak ingin memberatkan para pedagang dengan sewa tenda yang mahal sehingga melalui dinas teknis kemarin sudah saya tanyakan bahwa untuk penyewaan tenda ini hanya sekitar Rp100.000,” kata Wakil Bupati Kotim, Irawati, Minggu 2 Maret 2025.
Lanjutnya, pemerintah mengakui masih banyak kekurangan dalam penyelenggaraan pasar Ramadan yang pada tahun 2025 ini menjadi Gebyar Ramadan. Hal itu karena adanya efisiensi anggaran, sehingga pembukaan pasar Ramadan tidak semeriah pembukaan pada tahun sebelumnya.
“Jadi kita hanya agendakan pembukaan di gedung Swalayan UMKM itu sendiri untuk menghemat anggaran,” ucapnya. Meski demikian menurut Irawati, untuk pengawasan pelaksanaan pasar Ramadan ini tetap dilakukan semaksimal mungkin. Karena pihaknya juga tidak ingin ada kejadian seperti tahun-tahun sebelumnya yaitu seperti keracunan makanan.
“Saya juga sudah sampaikan kepada Dinas Koperasi UKM Perindustrian Perdagangan dan Pasar Kotim agar pengawasan dilakukan secara ketat terutama kue-kue maupun masakan yang dijual lebih diperhatikan ke baik itu dari bahan makanan maupun pewarna yang digunakan,”tegas Irawati.
Apalagi menurutnya, pasar Ramadan ini merupakan salah satu agenda tahunan yang menjadi wadah pelestarian kue-kue tradisional yang hanya ada pada saat bulan Ramadan. Sehingga harus dijaga sebagai ajang kelestarian tradisional daerah dan kearifan lokal di Kabupaten Kotim.
“Dan pada tahun 2025 ini kita sengaja melakukan sedikit perubahan dari pelaksanaan pasar Ramadan yang tidak hanya menjual kue tradisional namun juga melibatkan para pelaku UMKM. Yaitu pelaksanaan bazar dilakukan di dua lokasi, lokasi pertama di Jalan S Parman untuk para pedagang takjil dan lokasi kedua di Jalan Yos Sudarso untuk para pelaku UMKM berjualan,” bebernya.
Sehingga diharapkan melalui kegiatan ini dapat melestarikan kue-kue tradisional dan membantu mengembangkan UMKM serta meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah Kabupaten Kotim.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post