PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Edy Pratowo, mengungkapkan bahwa ekonomi Kalteng pada Triwulan III 2024 tumbuh sebesar 4,64% dibandingkan dengan Triwulan III 2023 (y-on-y). Angka ini sedikit di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 4,95% (y-on-y).
Dalam upaya mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% pada tahun 2025, Edy mengemukakan beberapa langkah strategis yang dapat diterapkan di daerah. Edy menyatakan bahwa untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kalteng, langkah-langkah konkret yang perlu dilakukan antara lain menggali potensi wilayah dan memasukkannya dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Selain itu, penataan sektor perizinan harus sesuai dengan standar biaya, waktu, dan syarat yang berlaku, serta pengembangan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) berbasis digital untuk mempermudah proses perizinan,” ujar wagub, baru-baru ini.
Lebih lanjut, Edy menggarisbawahi pentingnya penataan pendapatan daerah yang berbasis data potensi untuk menghindari kebocoran serta memastikan belanja daerah dilakukan secara efektif dan efisien. Dia juga menekankan perlunya alokasi Belanja Modal dan Belanja Barang/Jasa yang berorientasi pada belanja padat karya serta pembangunan infrastruktur sesuai potensi wilayah.
“Dalam bidang pendidikan, Pemprov Kalteng akan fokus pada muatan lokal daerah dan pelatihan tenaga kerja untuk membuka lapangan pekerjaan baru,” imbuhnya. Edy juga menyampaikan informasi bahwa Kalteng saat ini berada di peringkat ke-8 provinsi dengan inflasi terendah di Indonesia, yaitu sebesar 1,02%. Sementara itu, Provinsi Kalimantan Selatan tercatat memiliki inflasi tertinggi di Kalimantan dengan angka 2,01%.
Dalam mengendalikan inflasi, Pemprov Kalteng telah menetapkan strategi kebijakan 4K: Keterjangkauan harga, Ketersediaan stok, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif. Selain itu, Pemprov Kalteng melakukan berbagai upaya untuk pengendalian inflasi, termasuk pemantauan harga stok, rapat teknis Tim Pengendalian Inflasi Daerah, menjaga pasokan bahan pokok, pencanangan gerakan menanam, operasi pasar murah, sidak ke pasar dan distributor, serta koordinasi dengan daerah penghasil komoditas.
Pemprov Kalteng juga merealisasikan Bantuan Tak Terduga (BTT) dan memberikan bantuan transportasi dari ABPD untuk mendukung pengendalian inflasi. “Saya mengajak seluruh stakeholders untuk tetap fokus dan konsisten dalam melaksanakan upaya-upaya pengendalian inflasi,” pungkas Edy.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post